3.900 Lebih Pemukim Ilegal Serbu Al-Aqsha di Bulan JuliAl-Aqsha

3.900 Lebih Pemukim Ilegal Serbu Al-Aqsha di Bulan Juli

 

 3.900 Lebih Pemukim Ilegal Serbu Al-Aqsha di Bulan Juli

Keterangan foto: kerumunan pemukim ilegal Israel. (Sumber. Anadolu Agency)

Kasihpalestina.com – Lebih dari 3.900 pemukim ilegal Israel memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsha, Kota Tua, Yerusalem Timur, selama satu bulan terakhir, disampaikan oleh pihak resmi Palestina pada Rabu (1/8), dilansir dari laman Anadolu Agency.

“Angka tertinggi serbuan oleh para pemukim terjadi pada bulan Juli,” ungkap Firas Al-Dibs, juru bicara Otoritas Wakaf Keagamaan yang dikelola oleh Yordania, dalam sebuah pernyataan.

Dirinya mengatakan, sekitar 3.908 pemukim ilegal dan tentara Israel  menyerbu situs suci pada bulan lalu.

“Ini adalah indikasi (tanda) yang jelas dari peningkatan pelanggaran oleh pemukim di situs suci,” tambahnya.

Dilansir dari Presstv.com, awal bulan ini, lebih dari seribu pemukim Israel menyerbu masjid di tengah peningkatan pelanggaran oleh tentara Israel dan pemukim terhadap masyarakat Palestina. Para pemukim itu melakukan tindakan-tindakan yang dianggap provokatif oleh warga Palestina di kompleks masjid ketika merayakan hari besar Yahudi, Tisha B’Av.

Baca juga: Ulama Palestina Kunjungi Pengungsi Gempa Lombok

Pasukan Israel yang dilengkapi senjata berat lengkap, memasang pagar pembatas di pintu masuk dan menyita setiap kartu identitas milik warga Palestina, sebelum mengizinkan mereka memasuki kompleks masjid.

Pada 7 Juli, Menteri Palestina Urusan Keagamaan Mahmoud Al-Habbash menarik paralel antara pembatasan Israel di kompleks Masjid Al-Aqsha dan inkuisisi (penyelidikan), mengatakan bahwa tindakan-tindakan Tel Aviv terhadap situs suci melanggar martabat manusia.

Sementara itu, Yordania adalah pemelihara kompleks Masjid Al-Aqsha yang berada di Kota Tua, Yerusalem Timur, Baitul Maqdis (Al-Quds). Mereka telah berulang kali mengecam pelanggaran Israel. Dalam beberapa ketegangan terbaru, pelanggaran memuncak setelah sebuah “tembak- menembak” yang mematikan terjadi di luar Masjid Al-Aqsha pada 14 Juli 2017 kemarin. Israel sesudah itu memasang detektor logam dan kamera pengawas di setiap pintu masuk ke kompleks masjid.

Tindakan paling restriktif (membatasi) memicu kritik di seluruh dunia, dengan ucapan masyarakat Palestina bahwa pelarangan dimaksudkan untuk memperluas penguasaan rezim di seluruh situs suci.

Selain itu, pada tanggal 24 Juli 2017 Tel Aviv mundur setelah menghadapi protes yang meningkat juga pecahnya bentrokan, lalu menghilangkan seluruh pembatasan di Al-Aqsha.

Anggapan Terkait Al-Aqsha

Israel menduduki Yerusalem Timur dan Tepi Barat semenjak Perang Timur Tengah 1967. Kemudian, kota suci dicaplok pada tahun 1980, dalam sebuah pergerakan yang diakui oleh dunia internasional.

Dianggap suci bagi Muslim maupun Yahudi, Yerusalem adalah rumah untuk Masjid Al-Aqsha di mana bagi Muslim mewakili situs suci ketiga di dunia. Sementara itu, Yahudi menganggap area tersebut sebagai Kuil Solomon atau Temple Mount yang diklaim sebagai dua kuil terkenal Yahudi di zaman dahulu.

Hukum internasional melihat Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai “wilayah pendudukan”, menganggap seluruh permukiman Yahudi dibangun di atas tanah yang ilegal. (kimikim/kasihpalestina)

 

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi pengiriman & informasi lanjutan): 08123 2011 55