Kasihpalestina.com – Menteri Pendidikan Sabri Saidam mengatakan pada Kamis (12/7), lebih dari separuh akademis asal Palestina yang memegang paspor luar negeri dan yang bekerja di sejumlah universitas Palestina di wilayah pendudukan, telah ditolak atau ditunda dalam memperoleh visa Israel selama lebih dari dua tahun. Paspor tersebut yang nantinya akan mengizinkan mereka masuk atau tinggal di wilayah Palestina, dilansir dari English.wafa.ps.

Saidam mengatakan dalam sebuah jumpa pers di Ramallah bahwa kebijakan tidak adil Israel dan pelarangan tersebut telah membuat warga Palestina dan akademis luar negeri kurang bersedia menerima posisi penelitian dan edukasi di institusi pendidikan tinggi Palestina. Hal itu juga menyebabkan universitas-universitas di Palestina kehilangan akademisi dan peneliti berpotensi, yang dapat berkontribusi untuk tujuan pembangunan nasional.

Menteri Pendidikan ini menyerukan upaya bersama oleh universitas-universitas Arab dan institusi internasional agar melindungi hak pendidikan, dengan mengangkat isu ke forum internasional juga berupaya mengadakan sebuah kampanye internasional dan Arab untuk menyinggung kebijakan Israel, terkait akademisi dan universitas-universitas Palestina.

Dirinya juga mendesak dunia pendidikan interanasional untuk memikul tanggung jawab dan memaksa Israel untuk segera membatalkan langkah-langkah mencolok terhadap tujuh akademisi yang bekerja di Universitas Birzeit.

Berbicara di konferensi pers yang sama, Salwa Dueibis, seorang aktivis di Campaign to Defend the Right of Entry and Residence of Foreign Passport Holders to the Palestinian Territories, mengatakan bahwa Israel telah menolak memperpanjang visa untuk tujuh orang tersebut.

Salwa mengatakan bahwa kebanyakan staf internasional di Universitas Birzeit telah memiliki masalah memperbarui visa mereka tahun lalu. Tiga dari mereka telah meninggalkan universitas dalam dua bulan terakhir karena kesulitan memperoleh visa.

Ia menunjukkan bahwa mereka yang terkena dampaknya termasuk anggota fakultas senior, kepala departemen dan staf administrasi kunci yang melayani segmen besar masyarakat Palestina melalui aktivitas juga penelitian budaya dan edukasi. Sejumlah orang dari mereka telah mengajar di Universitas Birzeit selama lebih dari 10 tahun.

Universitas Birzeit telah memberitahukan lebih awal melalui pernyataan pers, menyuarakan komplain besar terhadap pelarangan visa Israel kepada akademisi luar negeri, menggambarkan tindakan tersebut sebagai sebuah pelanggaran pada kebebasan pendidikan yang dijamin oleh hukum internasional. (kimikim/kasihpalestina)

 

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi pengiriman & informasi lanjutan): 08123 2011 55