Kasihpalestina.com – Zionis Israel menahan lebih dari 2000 muatan truk untuk sektor industri dan komersial di Gaza, sebagai bagian dari rencana mencekik Gaza dan memperketat pemblokadean, dilansir dari English.pnn.ps.

Kepala Komite Umum Menentang Pemblokadean, MP Jamal Al-Khudari, mengatakan dalam sebuah jumpa pers pada Rabu (18/7) bahwa Israel melarang truk masuk ke Gaza melalui gerbang perbatasan Kerem Shalom, satu-satunya gerbang komersial ke Gaza yang baru-baru ini diputuskan untuk ditutup.

Al-Khudari mengatakan bahwa truk-truk ini membawa kebutuhan dasar untuk kebelangsungan kehidupan industri dan komersial, termasuk semua jenis bahan bangunan: pakaian, alat tulis-menulis, tekstil, alas kaki, alat listrik, elevator, mobil dan bahan mentah untuk industri di segala sektor konstruksi, logam, mebel (furnitur) dan industri lainnya.

Dirinya menekankan bahwa dampak dari penahanan barang-barang tersebut dapat mengarah pada keruntuhan sektor industri dan komersial, juga keruntuhan seluruh pelayanan sebagai akibat.

Selain itu, tindakan Israel ini akan meningkatkan angka kemiskinan dan pengangguran secara berangsur-angsur (Gaza tertinggi di dunia), juga ditakutkan akan sulit memperbaiki seluruh potensi keruntuhan sektor ekonomi, apabila rencana pencekikan terhadap Gaza yang diterapkan Israel itu berlanjut.

Gaza Kekurangan Pasokan Tabung Gas

Perusahan distribusi gas untuk memasak mengumumkan pada Kamis (19/7) bahwa Jalur Gaza kehabisan gas, sebagai akibat dari kelanjutan penutupan Kerem Shalom. Pemilik dari perusahaan distribusi gaza mengatakan bahwa selama 10 hari penutupan gerbang perbatasan, perusahaan telah kehabisan cadangan gas untuk memasak, dilansir dari English.wafa.ps. (kimikim/kasihpalestina)

 

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi pengiriman dan informasi lanjutan): 08123 2011 55