Netanyahu Cabut Larangan Masuk bagi Anggota Knesset, Ariel Langsung Kunjungi Al-AqshaBerita

Netanyahu Cabut Larangan Masuk bagi Anggota Knesset, Ariel Langsung Kunjungi Al-Aqsha

Kasihpalestina.com – Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Israel, Uri Ariel, memasuki kompleks Masjid Al-Aqsha, di bawah kawalan tentara keamanan Israel pada hari Minggu pagi (8/7). Dilansir dari Maannews.com, para saksi dari warga lokal mengatakan bahwa Ariel masuk ke kompleks masjid melalui gerbang Mughrabi.

Pekan kemarin, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan untuk mengangkat pelarangan masuk ke Masjid Al-Aqsha bagi anggota-anggota Knesset, setelah serbuan dilarang sejak bulan Oktober 2015.

Netanyahu mengizinkan para anggota Knesset mengizinkan kunjungan ke masjid sekali dalam tiga bulan. Kebanyakan dari mereka adalah para ekstremis sayap kanan, yang mendukung penghancuran situs Israel untuk menggantinya dengan kuil Yahudi.

Netanyahu juga menjelaskan bahwa keputusannya diambil atas rekomendasi Menteri Keamanan Dalam Negeri Gilad Erdan,  Komisaris Jenderal Polisi Israel Roni Al-Sheikh, dan Ketua Polisi Distrik Yerusalem Yoram Halevy, untuk sekali lagi mengizinkan anggota-anggota Knesset akan kemungkinan kunjungan tanpa batas ke Masjid Al-Aqsha.

Kementerian Urusan Islam Wakaf dari Masjid Al-Aqsha pun mengecam kedatangan Uri Ariel. Selain itu, juru bicara Otoritas Palestina (Palestinian Authority (PA)), Yousef Al-Mahmoud, menyebut keputusan pencabutan pelarangan masuk tersebut sebagai “provokasi yang serius” dan “mendorong kerusakan terhadap salah satu situs suci Islam”.

Tidak lama setelah kunjungan Ariel, anggota lain Knesset, Sharren Haskel dari Partai Likud, sebuah partai politik sayap kanan Israel, masuk ke dalam halaman masjid. Haskel mengkonfirmasi bahwa ini adalah kunjungan pertamanya setelah tiga tahun, dan mengklaim bahwa tempat itu adalah tempat suci untuk agama Yahudi.

Kementerian Informasi Palestina menjelaskan penggangguan ini sebagai sebuah panggilan publik untuk penghancuran Masjid Al-Aqsha.

Kompleks Masjid Al-Aqsha yang terletak tepat di atas plaza Dinding Barat, menaungi dua masjid di dalam kompleks masjid. Situs suci ketiga di Islam, ini juga dimuliakan sebagai tempat paling suci dari Yudaisme, karena berada di tempat yang Yahudi yakini Kuil Pertama dan Kedua pernah berdiri.

Ketika kunjungan oleh orang-orang Yahudi diizinkan, pengunjung non muslim di Al-Aqsha dilarang menurut sebuah perjanjian yang ditandatangani antara Israel dan pemerintah Yordania setelah pendudukan ilegal Israel di Yerusalem Timur tahun 1967.

Meskipun ada kesepakatan dengan Yordania selaku penjaga Al-Aqsha, Israel secara rutin mengizinkan para pengunjung Yahudi memasuki situs, sering kali di bawah penjagaan petugas bersenjata. Kunjungan-kunjungan seperti itu secara khas dibuat oleh para “sayap kanan” yang mencoba menggoncang status quo dari situs tersebut, dan bertepatan dengan pembatasan akses warga Palestina, termasuk pelarangan masuk dan penahanan. (kimikim/kasihpalestina)