Kasihpalestina.com – Benjamin Ladraa, aktivis kepalestinaan asal Swedia yang sudah berjalan kaki menuju Palestina selama 11 bulan ini mendapatkan larangan masuk dari penjajah Israel. Ia tiba di perbatasan Yordania-Israel pada Rabu (5/7), dilansir dari Middleeastmonitor.com.

Benjamin telah melakukan kampanye kemanusiaan #WalkToPalestine dengan berjalan kaki dari negaranya. Sekitar 5.000 kilometer ia lalui demi solidaritasnya terhadap Palestina. Akan tetapi, sesampainya Benjamin di perbatasan, ia ditangkap dan diinterogasi selama 6 jam, sebelum akhirnya dilarang untuk masuk.

Para penjaga perbatasan menuduhnya berbohong selama interogasi dan menyatakan tanpa bukti bahwa Benjamin akan pergi ke kampung warga Palestina, Nabi Saleh, dan melakukan aksi protes.

“Pada hari ini, setelah sebelas bulan berjalan dan berbicara tentang pelanggaran HAM di bawah pendudukan. Sekarang tanya dirimu sendiri mengapa Israel begitu takut kepada seorang pria Swedia hingga mereka melarangnya masuk ke negeri yang mereka duduki tersebut. Ini adalah kekuatan aktivisme,” ucap Benjamin.

Benjamin telah menghabiskan waktunya di Yordania, mengunjungi barak pengungsi Palestina seperti yang ia lakukan di Lebanon. Awal minggu ini dia mengunjungi barak pengungsi Irbid dan bertemu dengan warga Palestina yang telah dipaksa keluar dari rumah mereka di tahun 1948. Dirinya juga mengunjungi sebuah rumah sakit lokal di mana warga Gaza yang terluka dalam aksi baru-baru ini sedang dirawat.

“Bertemu orang-orang yang telah menghadapi tentara untuk memprotes hak mereka, mengetahui bahwa para tentara menembak dan membunuh anak-anak, wanita, jurnalis, paramedis serta siapapun yang kebetulan ada adalah pengalaman yang tidak dapat saya jelaskan dengan kata-kata,” tambah Benjamin.

“Orang-orang ini adalah pahlawan sesungguhnya. Kita harus berdiri bersama mereka dan menunjukkan sebanyak mungkin solidaritas. Kita tidak bisa hanya berdiam diri di depan pelanggaran masif yang dilakukan pendudukan ilegal tersebut.”

Tujuan Benjamin adalah meningkatkan kesadaran mengenai isu Palestina. Ia juga telah memberikan sejumlah pidato publik juga penampilan media untuk saluran berita lokal dan global. Ia telah mencoba bertemu sebanyak mungkin orang selama perjalanannya, mengunggah kabar terbaru perjalanannya di media sosial, dan mengumpulkan hampir 20 ribu pengikut kurang dari satu tahun.

Musisi Swedia ini memilih melakukan perjalanan untuk menandai seratus tahun Deklarasi Balfour yang memberikan legitimasi internasional untuk proyek Zionis, yang menyebabkan pembentukan Israel dan pengusiran hampir satu juta warga Palestina di tahun 1948.

Dilansir dari English.wafa.ps, Benjamin telah berjalan melalui 15 negara, termasuk Jerman, Austria, Slovenia, dan Turki, melakukan seluruh perjalanan dengan mengibarkan bendera Palestina di punggungnya.

Dalam sebuah video yang ia publikasi sebelum perjalanannya dimulai, Benjamin menjelaskan motivasinya melakukan perjalanan kaki tersebut, “Perjalanan ini akan bersinar terang dan membawa perhatian terhadap situasi, juga berharap akan menginspirasi lebih banyak orang untuk melakukan sesuatu terkait pendudukan.”

Tanggapan atas Perjuangan Benjamin Ladraa

Dalam situs resminya, Kelompok Perlawanan Islam Hamas memberikan apresiasinya atas upaya Benjamin Ladraa dan mengecam tindakan Israel.

“Kami ingin mengekspresikan apresiasi sepenuh hati kami kepada aktivis Swedia Benjamin Ladraa untuk upayanya yang begitu berani, juga pendiriannya terhadap isu Palestina dan warga yang tertindas. Mengingat prestasi luar biasa Tuan Benjamin yang mencapai perbatasan Palestina setelah 11 bulan berjalan kaki dari Swedia, kami mengecam keras keputusan Pendudukan Israel yang melarang Benjamin masuk ke Palestina setelah diinterogasi selama 6 jam.”

Selain Hamas, Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga memberikan status kewarganegaraan Palestina hari Jumat kepada Benjamin Ladraa.

 “Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi atas upaya Benjamin Ladraa dan posisinya yang mendukung warga Palestina,” ucap Abbas, menurut laporan Wafa News Agency.

Apresiasi yang sama juga diberikan oleh Hanan Ashrawi selaku Anggota Komite Eksekutif PLO. (kimikim/kasihpalestina)

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi & informasi lanjutan): 08123 2011 55