Menuju Idul Adha, Ayo Kenali Jenis Hewan yang Diperbolehkan untuk Kurban!Internasional

Menuju Idul Adha, Ayo Kenali Jenis Hewan yang Diperbolehkan untuk Kurban!  

 

Kasihpalestina.com – Dalam beberapa waktu ke depan umat Islam akan merayakan hari raya Idul Adha. Hal tersebut berlaku bagi muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji. Hari raya Idul Adha sendiri jatuh setiap tanggal 10 Dzul Hijjah.  

Secara bahasa, kata Kurban berasal dari bahasa Arab “Qurban” yang berarti dekat (قربان). Di dalam Islam, kurban disebut juga dengan Al-Udhhiyyah dan Adh-Dhahiyyah yang artinya binatang sembelihan. Misalnya, unta, sapi (kerbau) dan kambing, yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq, sebagai upaya mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah Swt.

Allah Swt berfirman, “Supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka.” (Al-Hajj:34)

Untuk melaksanakan penyembelihan hewan, tidaklah sembarang. Ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi. Pertama, hewan kurban hanya boleh dari kalangan Bahiimatul An’aam (hewan ternak tertentu) yakni unta, sapi, kambing atau domba. Selain dari itu tidak diperbolehkan. Sekelompok ulama bahkan menukilkan adanya ijma’ (kesepakatan) bahwa kurban tidak sah kecuali dengan hewan-hewan tersebut (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/369 dan Al Wajiz 406).

Lantas, bagaimana dengan hewan kerbau? Para ulama menyamakan sapi dengan kerbau dalam berbagai hukum. Keduanya dianggap sebagai satu jenis (lihat Mausu’ah Fiqhiyah Kuwaithiyah 2/2975).

Akan dianggap memadai, apabila berkurban dengan domba berumur setengah tahun, kambing jawa berumur satu tahun, sapi berumur dua tahun, dan unta berumur lima tahun, baik jantan ataupun betina. Hal tersebut sesuai dengan hadis-hadis di bawah ini:

  • Dari Abu Hurairah r.a berkata, aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Binatang kurban yang paling bagus adalah kambing yang jadza’ (powel/berumur satu tahun).” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
  • Dari Uqbah bin Amir r.a, aku berkata, wahai Rasulullah saw, aku mempunyai jadza’, Rasulullah saw menjawab, “Berkurbanlah dengannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  • Dari Jabir r.a, Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian mengurbankan binatang kecuali yang berumur satu tahun ke atas, jika itu menyulitkanmu, maka sembelihlah domba Jadza’.”

Lalu, bagaimana dengan kambing yang dikebiri? Apa boleh dijadikan hewan kurban? Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Rafi’, bahwa Rasulullah saw berkurban dengan dua ekor kambing kibasy yang keduanya berwarna putih bercampur hitam lagi dikebiri. Karena dagingnya lebih enak dan lebih lezat.

Selain itu terdapat kondisi-kondisi yang membuat binatang kemudian tidak diperbolehkan untuk dijadikan kurban. Binatang kurban tidaklah boleh cacat. Oleh karena itu, muslim tidak boleh berkurban dengan binatang cacat seperti di bawah ini:

  1. Hewan yang penyakitnya terlihat dengan jelas.
  2. Hewan yang buta dan jelas terlihat kebutaannya
  3. Hewan yang sumsum tulangnya tidak ada, karena kurus sekali.

Rasulullah saw bersabda, “Ada empat penyakit pada binatang kurban yang dengannya kurban itu tidak mencukupi. Yaitu yang buta dengan kebutaan yang nampak sekali, dan yang sakit dan penyakitnya terlihat sekali, yang pincang sekali, dan yang kurus sekali.” (HR. Tirmidzi seraya mengatakan hadis ini hasan sahih).

  1. Hewan yang cacat, yakni yang telinga atau tanduknya sebagian besar hilang.

Selain yang tersebut di atas, ada binatang-binatang lain yang tidak boleh untuk dijadikan hewan kurban, yaitu:

  1. Hatma’ (ompong gigi depannya, seluruhnya).
  2. Ashma’ (yang kulit tanduknya pecah).
  3. Umya’ (buta).
  4. Taula’ (yang mencari makan di perkebunan, tidak digembalakan).

Itulah beberapa syarat mengenai kelayakan hewan kurban. Semoga dapat menambah pengetahuan para pembaca sekalian. Selamat menabung juga agar bisa membeli hewan kurban di Idul Adha tahun ini. (kimikim/kasihpalestina)

Sumber. Amalqurban.com, Wahdah.or.id

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 26 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi dan informasi lanjutan): 08123 2011 55