Jatuhnya Al-Aqsha ke Tangan Yahudi Sebabkan Rentetan Penistaan LainnyaArtikel

Jatuhnya Al-Aqsha ke Tangan Yahudi Sebabkan Rentetan Penistaan Lainnya

Kasihpalestina.com – Dalam tulisan sebelumnya telah dijelaskan secara singkat mengenai Hari Naksa, perang enam hari Arab melawan Israel. Dalam masa peperangan itu, Israel telah berhasil menerobos masuk ke dalam Masjid Al-Aqsha.

Masuknya Israel ke Al-Aqsha terjadi pada hari ketiga peperangan, yakni 7 Juni 1967. Memperingati hari jatuhnya Al-Aqsha ke tangan Yahudi, akan diberitahukan beberapa penistaan Israel terhadap masjid suci tersebut di tahun 1967.

  • Satu hari sebelum memasuki Al-Aqsha, pada 6 Juni Israel mengebom kota Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha dengan bom mortir, yang menyebabkan kerusakan kubah dan bangunan. Lebih dari dua puluh tempat di kompleks masjid rusak, termasuk Menara Pintu Asbat.
  • Pada 7 Juni, Jenderal Mordechai Gur bersama prajuritnya memasuki masjid, tepatnya di hari ketiga perang. Mereka mengangkat bendera Israel di atas Kubah Shakhrah, membakar mushaf-mushaf (Alquran), melarang kaum muslim melaksanakan salat, merampas kunci-kunci pintu masjid, dan menutup pintu masjid selama sepekan untuk memberlakukan pelarangan salat dan azan di dalamnya.

Selanjutnya, kunci-kunci tersebut (selain kunci pintu Al-Magharibah) dikembalikan kepada kantor wakaf Islam, sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap urusan masjid setempat. Hingga saat ini, Israel tidak mengembalikan kunci pintu Al-Magharibah agar para penjajah itu dapat masuk ke masjid tanpa izin dari kantor wakaf. Dinding Buraq dikuasai dan menjadi tempat ziarah bagi kaum Yahudi, kaum muslim dilarang untuk memasukinya.

  • 11 Juni, dilakukan pembersihan secara total terhadap kampung Al-Magharibah dari rumah-rumah, sekolah-sekolah, dan masjid-masjid. Kampung tersebut memang berdempetan dengan masjid dari arah barat, sebagai tempat yang dikhususkan untuk kaum muslim yang berdatangan dari negara Maroko sejak ratusan tahun lalu.
  • Pada 15 Juni, Pendeta Yahudi Shalomo Garon (pendeta agung bagi militer Yahudi) dan 50 pengikutnya melaksanakan ibadah di pelataran Masjid Al-Aqsha.
  • Satu bulan kemudian, 15 Juli, pengadilan agama Islam menolak permohonan organisasi Freemasonry Amerika untuk membangun Kuil Sulaiman di kawasan Masjid Al-Aqsha, dengan biaya USD 100 juta.
  • Pada 15 Agustus, pemimpin rabi Yahudi ditemani sejumlah polisi melaksanakan ritual di pelataran Masjid Al-Aqsha.
  • Dan pada 10 September, umat Islam Palestina melakukan protes atas penghapusan izin masuk bagi para pengunjung Masjidil Aqsha.

Penistaan-penistaan tersebut hanya setitik dari jutaan titik yang dilakukan oleh penjajah Israel. Bahkan penistaan itu masih berlangsung hingga hari ini. Catatan penistaan para penjajah itu dapat dicari di buku-buku sejarah yang berkaitan dengan Masjid Al-Aqsha. Semoga sedikit informasi yang dibagi ini dapat menambah pengetahuan kita semua terkait masjid suci ketiga umat Islam. Jangan puas dan tetap semangat menambah ilmu! (kimikim/kasihpalestina)

Sumber. Ensiklopedia Mini Masjid Al-Aqsha

 

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi & informasi): 08123 2011 55