Hari Naksa, Kekalahan Arab dari Zionis IsraelArtikel

Hari Naksa, Kekalahan Arab dari Zionis Israel  

 

Kasihpalestina.com – Enam hari yang terasa seperti mimpi buruk itu terjadi 51 tahun lalu, ketika Israel merebut sisa wilayah di Palestina juga beberapa wilayah di Yordania dan Mesir. Peristiwa menyedihkan itu dikenal dengan Hari Naksa yang artinya hari kekalahan.

Naksa adalah perang 6 hari dari tanggal 5 sampai 10 Juni 1967, antara Mesir, Yordania, Suriah, dan Palestina melawan Israel. Pada saat itu, Radio Shautul ‘Arab menyiarkan berita-berita kemenangan pasukan Arab selama enam hari pertama, juga berita runtuhnya ratusan pesawat tempur Israel.

Akan tetapi, medan perang sepertinya menceritakan kenyataan yang berbeda. Sejak malam pertama terjadinya peperangan dan ketika pasukan-pasukan Arab tengah menghabiskan malam gembira, tiba-tiba saja pesawat tempur Israel menyerang dan menghancurkan sejumlah pesawat terbang milik Mesir, Yordania, dan Suriah, yang masih berada di landasan. Setelah itu, kerugian-kerugian militer berskala besar terus berlanjut.

Setelah enam hari berlalu dan perang berakhir, petaka jelas terlihat, dan peperangan menyingkap kekalahan telak di kubu pasukan Arab. Israel berhasil menduduki Tepi Barat  juga Gaza, dan jumlah rakyat Arab Palestina yang tersisa adalah 23 persen.

Selain itu, Israel juga merebut wilayah Sinai, Mesir, dan wilayah Golan, Suriah. Terkait Golan, pihak Israel mengatakan, “Golan lebih berbahaya bagi kami daripada Mesir. Jaulan merupakan titik strategis paling berbahaya yang mengancam Israel, karena dari tempat ini Tel Aviv dapat dibom. Dari sana, penjajah bisa melihat sebagian besar tanah Palestina terbuka dengan mudah.”

Setelah itu, Israel bergegas ke Masjid Al-Aqsha. Dengan penuh kebencian dan rasa tidak tahu malu, mereka meneriakkan, “Buah aprikot jatuh menimpa apel! Agama Muhammad telah pergi dan menyingkir.”

Mereka juga bernyanyi, “Muhammad mati meninggalkan anak-anak perempuan.” Itu adalah bentuk penghinaan mereka terhadap bangsa Arab, atas kelemahan dan kekalahan mereka di perang Khaibar.

Mereka meneriakkan,”Khaibar! Khaibar!”.

Kesimpulan Hasil-hasil Perang 1967

Dampak-dampak dari kekalahan sangatlah besar dan menyakitkan bagi pasukan-pasukan Arab. Perang tersebut juga menyimpulkan beberapa hal, yaitu:

  1. Pesawat tempur Mesir, Yordania, dan Suriah hancur. 393 dari 416 pesawat tempur dihancurkan saat masih berada di landasan, hanya dalam durasi delapan detik pertama perang.
  2. Sebesar 80 persen perlengkapan perang Mesir hancur.
  3. Jumlah martir begitu banyak: 10 ribu prajurit Mesir, 6.100 prajurit Yordania, 1.000 prajurit Suriah, sementara ribuan lain menderita luka-luka.
  4. Sebanyak 330 ribu warga Palestina diusir. Israel merebut tanah-tanah mereka dan membagikan tanah tersebut kepada para Yahudi.
  5. Memberikan kesempatan pada Israel untuk memperluas area laut, dengan membangun pemukiman-pemukiman Yahudi.

Kekalahan perang tersebut menjadi aib besar dan petaka yang menimpa bangsa Arab. Akan tetapi, bagi mereka yang merenungkan sejarah Arab dab Islam dalam lima abad silam, kekalahan 1967 menjadi titik awal kesadaran umat Islam dan Arab. Umat mulai mengarahkan perhatian pada hakikat Islam setelah kekalahan tersebut. (kimikim/kasihpalestina)

Sumber. Aljazeera.com, Ensiklopedia Palestina Bergambar

 

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi & informasi lanjutan): 08123 2011 55

Ramadan Bersatu untuk Palestina - Kasih PalestinaBerita

Ramadan Menyatukan Kita