Cerita Ramadan dari Sahabat Palestina Kita di RamallahArtikel

Cerita Ramadan dari Sahabat Palestina Kita di Ramallah

Kasihpalestina.com Memasuki akhir pekan di bulan Ramadan ini, bagaimana kabar sahabat Kasih Palestina semuanya? Semoga dalam keadaan luar biasa baik, kalaupun sedang dalam ujian, semoga Allah Swt lancarkan segala sesuatunya. Sabtu ini, kami akan membagi cerita Ramadan dari saudari di Palestina, ia bernama Fida’ Said Bishawi.

Fida berasal dari daerah Ramallah, Tepi Barat. Ia tinggal bersama ayah, ibu, 4 saudara perempuan dan 2 saudara laki-laki. Di bulan suci Ramadan ini, Fida berbagai cerita dalam menjalan aktivitas dan ibadahnya sehari-hari. Check this out!

“Pada siang hari, kami merasa ngantuk dan lelah, karena sedang berpuasa, merasa kurang berenergi ketika melakukan aktivitas sehari-hari dibandingkan hari-hari biasa. Kami mulai bekerja satu jam lebih lama dibandingkan biasanya—kebanyakan perusahaan di Palestina seperti itu—mereka mengatur waktu kerja lebih sedikit selama bulan Ramadan.

Setelah bekerja, kadang aku jalan-jalan ke kota, untuk membeli beberapa kebutuhan berbuka puasa (Iftar), termasuk membeli makanan seperti jarjeer, permen a’wameh, roti, roti Shrak, falafel dan atau kopi, juga lainnya.

Cerita Ramadan dari Sahabat Palestina Kita di Ramallah
Keterangan Gambar : makanan khas kesukaan Fida dan keluarga, yaitu Wara’ Dawali

Setelah berbuka puasa, aku mengabiskan malam dengan menonton program-program televisi dan seri drama, beribadah dan membaca alquran, memohon ampunan pada Allah Swt atas dosa-dosa dan memohon berkah-Nya. Aku juga mengunjungi sanak saudara dan teman-teman, menghabiskan waktu berharga bersama-sama. Pertemuan keluarga kami biasanya dilakukan ketika undangan berbuka puasa.

Ada saatnya, ketika aku memilih berjalan-jalan secara rutin di sekitar lingkungan tempat tinggalku, atau pergi ke kota untuk menghadiri persiapan hari raya, dan menikmati suasana Ramadan di kota.”

Sementara itu, untuk menu istimewa di bulan Ramadan, Fida bercerita bahwa keluarganya biasa menyajikan berbagai jenis hidangan istimewa ketika berbuka puasa bersama sanak saudara. Ini bertujuan agar selera makan setiap orang yang datang dapat terpenuhi. Karena alasan itu, Fida menamainya sebagai menu ISTIMEWA.

Bagi keluarga Fida pribadi, mereka menikmati satu hidangan khusus dengan salad dan sup untuk menu berbuka puasa sehari-hari. Sebagai contoh, pada hari pertama Ramadan, ibu Fida menyiapkan wara’a dawali sebagai  menu kesukaan mereka. Bagi keluarga Fida, menu makanan haruslah mengandung  bahan-bahan yang menyehatkan, untuk menunjang kebutuhan tubuh.

Ketika ditanya mengenai perbedaan suasana di bulan biasa dengan Ramadan, Fida mengungkapkan;

“Suasana Ramadan sangat luar biasa! Poin utama yang menarik perhatian keluarga kami adalah: bahwa seluruh anggota keluarga duduk di meja yang sama untuk berbuka  puasa, berbagi senyum, bercanda, berbincang, berbagi makanan, dan lainnya. Sebaliknya, di bulan biasa kami sadar bahwa setiap orang makan secara terpisah, berdasarkan waktu makan masing-masing. Kami juga lebih sering melakukan silaturahmi, untuk bertemu dan bertanya tentang satu sama lain. Donasi pun lebih giat dilakukan dan kami suka berbagi makanan juga minuman khas Ramadan, seperti tmr hindi kepada para tetangga.”

Itulah Ramadan ala Fida dan keluarga, juga beberapa ciri khas dari warga Palestina, terutama mereka yang tinggal di Ramallah, Tepi Barat. Semoga menambah pengetahuan baru sahabat sekalian mengenai Palestina. Selamat menjalankan ibadah puasa! (kimikim/kasihpalestina)

 

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi & informasi lanjutan): 08123 2011 55