Anak-anak Palestina Berhak untuk Sebuah KehidupanBerita

Anak-anak Palestina Berhak untuk Sebuah Kehidupan

Kasihpalestina.com – Hati-hati kecil itu belum lama membuka mata di bumi ini. Yang mereka kira, dunia hanya dipenuhi oleh keindahan; cantiknya warna pelangi, terangnya bulan di malam hari, dan hangatnya sinar mentari. Mereka hanya ingin beradaptasi, sebelum akhirnya mereka siap untuk warna asli kehidupan.

Sayangnya, hal itu tak berlaku di tanah tertindas, Palestina. Ketika jutaan lebih anak di luar tanah itu merayakan ulang tahun, bermain bersama kawan atau mulai ‘berlari’ untuk mewujudkan mimpi, anak-anak Palestina harus terisolasi, ditodong moncong senjata ketika hendak bersekolah, bahkan harus kehilangan nyawa dengan alasan tak masuk akal. Merekalah anak-anak luar biasa dari tanah terjajah, Palestina.

Dunia internasional bilang, hari ini (1 Juni 2018) adalah peringatan Hari Internasional untuk Perlindungan Anak atau yang kemudian diubah menjadi Hari Anak Internasional. Majelis Umum PBB pun telah membuat daftar hak asasi manusia dasar untuk anak-anak pada 2 September 1990, dan di antaranya adalah:

  • Hak untuk bertahan hidup,
  • Hak untuk berkembang secara maksimal,
  • Perlindungan dari pengaruh, penyalahgunaan dan eksploitasi berbahaya,
  • Hak untuk berpartisipasi sepenuhnya dalam kehidupan keluarga, budaya dan sosial.
Anak-anak Palestina Berhak untuk Sebuah Kehidupan
Keterangan Gambar : Proses Pemakaman Musab Firas Al-Tamimi (17) yang ditembak oleh Israel

Adakah poin yang kemudian diperjuangkan untuk anak-anak Palestina? Misalkan hak untuk bertahan hidup, anak-anak dari keluarga Tamimi mungkin yang paling tahu rasanya ketika mereka ditangkap, dipenjara, dianiaya, bahkan kehilangan nyawa. Seorang dari Tamimi menjadi korban jiwa di tahun 2018 ini. Namanya adalah Musab Firas Al-Tamimi (17), remaja asal kampung Deir Nitham ini meninggal dunia tidak lama setelah ditembak di bagian leher, oleh tentara Israel.

 

Lihat video mengenai bagaimana perlakuan tentara Israel terhadap anak-anak di Palestina : https://www.youtube.com/watch?v=TKX5xdaUAa0&authuser=0

Kemudian, hak untuk berkembang secara maksimal. Perkembangan tidak hanya mengenai fisik, hal lain yang juga sangat penting adalah perkembangan mental atau psikologis. Akan tetapi, mungkinkah didapatkan perkembangan secara maksimal, jika setiap harinya mereka diperlakukan semena-mena oleh tentara penjajah Israel. Untuk dapat pergi ke sekolah saja, anak-anak kecil harus menghadapi para tentara yang berpatroli. Mereka dianggap seperti ancaman dan ditodong dengan senjata api. Bayangkan kondisi psikologis anak itu. Ekspresinya begitu ketakutan tatkala tentara meminta dirinya membongkar isi tas dari jarak beberapa meter.

Itu hanya segelintir kisah yang terangkat ke dunia luar. Bagaimana sebenarnya para penjajah itu melanggar banyak hak anak-anak di Palestina. Lalu, apa yang bisa kita lakukan di hari istimewa ini? Untuk kemudian ikut terlibat dalam memperjuangkan pemenuhan hak anak-anak di Palestina.

Lihat video mengenai keberanian anak Palestina dalam melawan tentara Israel : https://www.youtube.com/watch?v=mcnSX8OCX6A

Ayo mulai menengok, melihat sisi kehidupan yang jarang dilirik orang. Karena di sana ada mereka, menanti kita saudara-saudaranya untuk tersenyum dan mengulurkan tangan. Bukankah manusia adalah saudara untuk manusia lainnya? Berasal dari satu keturunan, yakni Nabi Adam a.s. Tak perlu tindakan besar, hanya menengok, tatap mereka, dan akan kita rasakan apa yang mereka rasa. (kimikim/kasihpalestina)

Sumber. Diambil dari beberapa sumber

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi & informasi lanjutan): 08123 2011 55