Kasihpalestina.com – Menjadi mutarjim (penerjemah) bagi Ahmad Musyafa adalah pekerjaan paling mulia. Direktur International Aqsa Institute (IAI) ini mengaku banyak mendapat ilmu dan keberkahan dari para ulama Palestina yang didampinginya.

“Hal yang paling berkesan bagi saya selama menjadi mutarjim adalah saya begitu banyak mendapat ilmu dari para ulama Palestina. Apa yang mereka (ulama) katakan itulah pengejewantahan dari teks tertulis Alquran. Semuanya sudah diatur oleh Allah bahwa Islam saat ini sedang menuju kejayaan,” ungkap Ahmad Musyafa.

Menurutnya, ulama Palestina yang hingga saat ini masih membekas dalam ingatannya adalah Profesor Mukhlis Barzak. Ulama tersebut datang pertama kalinya ke Indonesia dan langsung didampingi Ahmad Musyafa.

Ahmad Musyafa mengatakan, tidak ada alasan untuk dirinya tidak terlibat dalam bagian perjuangan demi kejayaan Islam bersama ulama Palestina. Mereka rela meninggalkan keluarga dan bepergian jauh guna mensyiarkan Islam dan bagaimana kegigihan masyarakat Palestina dalam mempertahankan Masjidil Aqsha.

“Dan alhamdulillah setiap kami berkunjung kemanapun tidak pernah mendapat respons negatif atau bahkan penolakan. Terlebih sekarang kan informasi tentang bagaimana menderitanya rakyat Palestina sedang gencar-gencarnya,” tuturnya.

Ahmad Musyafa menambahkan, dari serangkaian perjalanannya menjadi mutarjim seolah Allah telah memberikan petunjuk dan bukti nyata tentang keberkahan Masjidil Aqsha ataupun Baitul Maqdis.

“Jadi keyakinan saya bertambah karena saya dapat ilmu bukan hanya bentuk omongan saja, tapi juga bukti langsung di lapangan,” ucapnya. (slamet parsono/kasihpalestina)