Kenapa Sih, Kita Harus Ikut Aksi Bela Baitul Maqdis?Artikel

Kenapa Sih, Kita Harus Ikut Aksi Bela Baitul Maqdis?

Kasihpalestina.com Pada 11 Mei 2018 mendatang, warga Indonesia akan berkumpul di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, untuk menyuarakan kecaman mereka terhadap pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat (AS) dari Tel Aviv ke Yerusalem (Al-Quds).

Kehadiran mereka juga untuk mendukung Al-Quds sebagai ‘ibu kota selamanya Palestina’, dan mendukung perjuangan saudara-saudara yang berada di Palestina. Lalu, mengapa kita harus ikut turun melakukan pembelaan ini?

Beberapa bulan silam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, membuat pernyataan sepihak mengenai Yerusalem (Al-Quds). Dirinya mengatakan, “Yerusalem adalah ibu kota Israel, dan pemerintah AS akan memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.”

Pernyataan tak masuk akal ini segera saja mendapatkan kecaman dari berbagai kalangan nasional Palestina maupun internasional. Akan tetapi, seolah tidak ada masalah, Amerika tetap pada rencananya yang akan memindahkan kedubes pada 14 Mei 2018 mendatang.

Kabar terbarunya, papan penunjuk jalan menuju kedutaan besar AS tersebut bahkan sudah dipasang di salah satu jalan di Al-Quds (Yerusalem). Hal ini jelas menjadi tanda genting bagi warga Palestina dan dunia.

Adanya pemindahan kedutaan besar akan menjadi tanda bahwa Yerusalem memang ibu kota Israel, sementara Al-Quds akan selalu menjadi ibu kota Palestina. Jika pemindahan kedubes terjadi, maka Israel akan semakin bertingkah dan terus menodai salah satu situs suci umat Islam terbesar, Masjid Al-Aqsha.

Hingga hari ini, Zionis Israel bahkan sudah melakukan serangkaian upaya untuk melakukan yahudisasi di kota tersebut. Beberapa di antaranya adalah pengusiran warga lokal di sekitar Al-Aqsha dan digantikan menjadi pemukiman ilegal Yahudi.

Tidak hanya itu, lokasi bawah tanah di bawah kompleks Masjid Al-Aqsha sudah diubah menjadi sinagog-sinagog Yahudi. Kota Al-Quds semakin dipenuhi oleh tempat-tempat wisata rasa Yahudi, untuk menguatkan nilai Yahudi, di kota yang berhubungan erat dengan tiga agama besar: Islam, Kristen, dan Yahudi. Kemungkinan terburuk dari pemindahan kedubes ini adalah dihancurkannya Masjid Al-Aqsha, yang akan digantikan dengan Kuil Ketiga, Haikal Sulaiman.

Jadi, apa kita khususnya muslim-muslim di Indonesia, akan tetap berdiam diri melihat kehancuran yang menanti di depan mata? Kasih Palestina mengajak seluruh muslim di Indonesia untuk bersatu menyatukan kekuatan, melawan kezaliman yang direncakan oleh penjajah Zionis. Ayo, kalau bukan sekarang, kapan lagi?! (kimikim/kasihpalestina)

Sumber. Diambil dari beberapa sumber

 

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi & informasi lanjutan): 08123 2011 55