Kasih Palestina Muliakan Penjaga Al-Aqsha dengan Buka Bersama Memuliakan penjaga Masjid Al-Aqsha sudah menjadi keharusan setiap umat Islam. Masjid tempat hijrahnya Nabi Muhammad SAW itu pasti sudah lama hancur oleh tangan-tangan Zionis Israel kalau tidak dijaga kesuciannya. Simak selengkapnya di : http://kasihpalestina.com/2018/05/30/kasih-palestina-muliakan-penjaga-al-aqsha-dengan-buka-bersama/Artikel

Kasih Palestina Muliakan Penjaga Al-Aqsha dengan Buka Bersama

Kasihpalestina.com – Memuliakan penjaga Masjid Al-Aqsha sudah menjadi keharusan setiap umat Islam. Masjid tempat hijrahnya Nabi Muhammad SAW itu pasti sudah lama hancur oleh tangan-tangan Zionis Israel kalau tidak dijaga kesuciannya. Alhamdulillah sejak awal Ramadan Kasih Palestina telah menyalurkan bantuan melalui program buka puasa bersama di Masjid Al-Aqsha.

“Bantuan dari para donatur telah kami sampaikan kepada yang membutuhkan di Masjidil Aqsha. Sejak awal Ramadan, Kasih Palestina ikut dalam program buka bersama bagi para penjaga Masjidil Aqsha,” ujar Direktur Kasih Palestina Caca Andika.

Menurut Caca, bantuan tahap awal yang telah disalurkan sedikitnya 2.500 paket makanan dengan harga per paket Rp100.000. Bantuan tersebut akan kembali disalurkan pada sepuluh hari di akhir Ramadan. Program Kasih Palestina lainnya selama rangkaian Ramadan ini antara lain paket sembako, bingkisan dan baju lebaran untuk masyarakat Palestina.

Setiap orang yang akan mengunjungi Masjidil Aqsha pasti akan melewati kota tua. Penduduk kota lama atau tua Al-Quds menjadi garda terdepan dalam mempertahankan Masjidil Aqsha. Jika saja semua warga kota tua itu meninggalkan rumah mereka, maka sudah sejak lama masjid tempat hijrahnya Nabi Muhammad SAW itu hancur dan tinggal cerita.

Sayangnya kota tua Al-Quds yang kini dihuni oleh sedikitnya 37.000 jiwa itu kondisinya kini sangat memprihatinkan. Sekitar 4.000 warga Muslim di kota suci tersebut hidup di bawah garis kemiskinan. Lebih parahnya lagi rumah-rumah mereka kini dikuasai oleh bangsa Yahudi. Penjajah Zionis Israel melakukan berbagai cara agar para penduduk asli terusir, salah satunya dengan pemukiman ilegal.

Yahudi menguasai rumah-rumah mereka dan memaksa tidur di kamar-kamar penduduk asli. Yahudi undang semua teman-temannya lalu berjudi dan pesta minuman keras agar penduduk kota tua. Tindakan bejat itu sayangnya disaksikan pula oleh anak-anak dari penduduk asli hingga tak jarang mereka jadi sasaran kekerasan bangsa Yahudi.

“Jadi mereka (Yahudi) menjajah kamar-kamar kecil di sana, bukan rumah besar. Lalu tidur di sana dan mabuk-mabukan bahkan disaksikan anak-anak. Namun para penduduk asli itu bertahan salah satunya karena dukungan-dukungan dari Indonesia yang kerap memberikan bantuan. Seandainya mereka meninggalkan rumah mereka, maka Masjidil Aqsha sudah binasa,” ujar Hamza Alkhawaja, Marketing & External Relations lembaga Burak dari Turki. (slamet parsono/KasihPalestina)

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi & informasi lanjutan): 08123 2011 55