Hidupkan Kembali Gaza dengan Atasi Krisis Air yang AdaArtikel

Hidupkan Kembali Gaza dengan Atasi Krisis Air yang Ada

Kasihpalestina.com – Blokade, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya pengepungan (penutupan) suatu daerah (negara) sehingga orang, barang, kapal dan sebagainya tidak dapat keluar masuk dengan bebas. Apa dampak paling nyata dari adanya blokade? Kehidupan warga di daerah tersebut benar-benar terhambat, dapat dikatakan juga hampir mati.

Itulah yang dirasakan oleh warga Palestina di Jalur Gaza. Selama 12 tahun lamanya pemblokadean Israel dan masih berlangsung hingga hari ini, warga serasa hidup di dalam penjara terbuka. Salah satu masalah besar yang saat ini dihadapi adalah krisis air bersih, di mana 85 persen air sumurnya sudah tidak layak untuk dikonsumsi.
Hal tersebut juga disebabkan oleh penjajah Israel yang kerap kali merusak sumur-sumur yang ada di Gaza. Data mencatat, sebanyak 778 sumur air di sana dihancurkan selama perang Israel di tahun 2014.
Sementara itu, Gaza yang memiliki populasi sebesar 2 juta jiwa, memiliki kebutuhan air sebanyak 200 juta meter kubik per tahunnya. Belum lagi dengan kebutuhan pertanian yang mencapai 90 juta meter per kubik. Mereka harus bertani agar dapat menyambung nyawa.
Hingga saat ini, 80 persen jumlah sumur masih dalam kondisi rusak, 40 persen air harus terbuang sia-sia akibat kerusakan saluran air, dan berkurangnya pasokan air dari cadangan air bawah tanah mencapai angka 100 juta meter kubik.
Selain itu, konsumsi air yang diperlukan per jiwanya adalah 90 liter dalam sehari. Kalikan dengan jumlah warga yang berada di sana. Berapa juta liter air yang diperlukan kemudian?
Beruntungnya, air hujan masih mau turun di tanah blokade tersebut, meski belum memenuhi seluruh kebutuhan warga. Sebanyak 50 juta meter kubik digunakan warga dari air hujan.
Air merupakan salah satu kebutuhan mendasar bagi keberlangsungan hidup manusia. Jika sudah tercemar atau kekurangan, bagaimana seseorang bisa menjalani kehidupannya dengan lancar?
Ini hanya salah satu dampak pemblokadean yang sebenarnya merupakan mata rantai dari penderitaan warga. Sektor ekonomi yang juga mengalami krisis, pada akhirnya tidak dapat membantu warga untuk mengatasi krisis air.
Untuk membantu krisis parah ini, dibuatlah program untuk membantu warga mengurangi dampak krisis air yang ada. Bantuan ini akan dilakukan dengan pembuatan instalasi penyulingan air dan penggalian sumur, untuk memenuhi kebutuhan air bagi 10 ribu penduduk Gaza. Total anggaran yang diperlukan kurang lebih sebesar USD 30 ribu (atau setara dengan Rp 424.350.000). Meski belum bisa memenuhi kebutuhan seluruh warga Gaza, semoga dapat membantu sejumlah warga agar dapat melanjutkan hidup dengan lebih baik. (kimikim/kasihpalestina)

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi & informasi lanjutan): 08123 2011 55