Hari Nakba 1948: Lenyapnya Negeri PalestinaArtikel

Hari Nakba 1948: Lenyapnya Negeri Palestina

 

Kasihpalestina.com – Kembali pada sejarah kelam bangsa Palestina. Masa-masa yang menyebabkan deraian air mata tatkala mengingat ratusan ribu warga pribumi diusir dari Palestina. Ensiklopedia Palestina kali ini akan sedikit membahas tentang peristiwa Nakba, yang terjadi pada bulan Mei 1948.

Terjadi perang Arab dan Yahudi pada 14 Mei 1948.  Pada hari yang bersamaan, rencana pengumuman berdirinya negara Israel yang semestinya dilakukan pada hari berikutnya (15/5), segera dilakukan pada 14 Mei 1948 pukul 16.00 di Tel Aviv.

15 Mei 1948, mandat Inggris di Palestina sudah berakhir. Kemudian, masuklah kekuatan-kekuatan Arab ke tanah Palestina. Sebelumnya telah disepakati bahwa kekuatan Suriah, Lebanon, Irak, dan Yordania akan masuk ke jantung Palestina.

Perang yang akan berlangsung antara Arab dan Yahudi ini malah mengeluarkan sejumlah keputusan terkait Palestina, yakni: menghapus organisasi jihad suci yang dipimpin Amin Husaini, menghapus pasukan penyelamat dan juga Komite Tinggi Arab sebagai perwakilan rakyat Palestina di Palestina, dan melucuti senjata dari seluruh rakyat Palestina untuk membatasi peperangan hanya di kekuatan-kekuatan pasukan resmi saja.

Pada 22 Mei 1948, Dewan Keamanan PBB menyerukan pemberhentian perang. Akhirnya negara-negara Arab menghentikan peperangan. Gencatan senjata kembali berlanjut pada 19 Juli 1948 oleh rakyat Palestina dan pasukan-pasukan Arab.

Terjadi gencatan senjata kedua pada 15 Juli 1948, berdasarkan keputusan Dewan Keamanan PBB. Akibat dari perang ini, kota-kota Islam yang dimerdekakan runtuh satu per satu. Yahudi menghancurkan sebanyak 478 perkampungan dari total 585 perkampungan di Palestina.

Mereka melakukan 34 aksi pembantaian terhadap kaum wanita dan anak-anak. Sebanyak 78% tanah pun dikuasai, padahal hanya 54% wilayah yang diizinkan oleh PBB. Salah satu dampak mengerikan dari perang ini adalah terjadinya pengusiran terhadap lebih dari 750 ribu penduduk Palestina, keluar dari tanah air mereka.

Pada tanggal 24 Februari 1949, terjadi gencatan senjata secara resmi. Meski begitu, Suriah menolak untuk menandatangani kesepakatan damai apapun. Sebagian besar negara-negara di dunia mengakui eksistensi Israel. Secara resmi pula, Israel bergabung dengan PBB.

Setelah itu, Israel mulai membangun di atas puing-puing reruntuhan perkampungan-perkampungan Palestina. Moshe Dayen yang saat itu dilantik menjadi Menteri Pertahanan Israel mengatakan,

“Tidak ada satu pun perkampungan Yahudi di negeri ini yang tidak dibangun di atas lokasi perkampungan Arab. Penduduk setiap perkampungan Arab diusir, lalu digantikan dengan perkampungan Israel.”

Migrasi Bangsa Palestina

Bangsa Palestina kemudian tercerai-berai. Terdapat sejumlah warga yang bertahan di kampung halaman, namun harus menghadapi bentrokan melawan persenjataan besar dan aksi brutal pendudukan Israel. Sejumlah lain harus keluar dari tanah air Palestina. Mereka menyebar di sejumlah organisasi, partai, dan batalion-batalion bersenjata. Sementara itu, akibat tekanan Yahudi yang begitu kuat, banyak warga Palestina yang dipaksa bermigrasi ke Yordania dan negara-negara teluk Arab. (kimikim/kasihpalestina)

Sumber. Diambil dari beberapa sumber

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi & informasi lanjutan): 08123 2011 55