Kasihpalestina.com Jutaan manusia di dunia hari ini berkabung memperingati 70 tahun malapetaka (Nakba), yang terjadi di Palestina. Luka yang begitu mendalam terasa tatkala mengingat ratusan ribu orang diusir dari tanah air sendiri. Dr. Saeb Erekat, anggota senior Palestine Liberation Organization (PLO), mengatakan bahwa Peristiwa Nakba yang terjadi di tahun 1948 belumlah berakhir.

Melansir dari English.pnn.ps, Erekat mengungkapkan bahwa peristiwa Nakba belumlah berakhir, mengingat warga Palestina yang terus merasakan penderitaan setelah tujuh puluh tahun Nakba 1948 berlalu. Warga mengalami pembersihan etnik dan pengasingan, juga pendudukan yang berlangsung selama lebih dari 50 tahun.

Luka semakin bernanah, ketika pemerintah Amerika Serikat (AS) memutuskan pemindahan kedutaan besar ke Yerusalem dan dilakukan satu hari sebelum peringatan Nakba, 14 Mei 2018.

“Tindak permusuhan yang kejam ini telah melawan hukum internasional dan masyarakat Palestina, menempatkan Amerika Serikat di sisi kekuatan pendudukan, Israel, yang terus melanjutkan penindasan terhadap warga Palestina dan melakukan kolonisasi terhadap tanah warga, untuk menghancurkan setiap kemungkinan dalam mencapai keadilan, dan kedamaian yang komprehensif dan abadi,” ucap Erekat.

Erekat menambahkan, “Dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedubes AS ke Yerusalem, pemerintah AS sedang membesarkan hati pendudukan Israel dan pemukiman kolonialnya, juga mengakibatkan keberlanjutan pelanggaran terhadap nasional dan hak asasi warga Palestina. Mulai dari sekarang, masyarakat internasional memiliki kewajiban untuk  mengambil tindakan nyata dalam menegakkan nilai universal dari kemenangan, martabat, kebebasan, dan keamanan semua.”

Ketika Palestina berduka selama 70 tahun, Palestina tetap berkomitmen dengan visi perdamaian yang dibawa, ungkap Erekat. (kimikim/kasihpalestina)

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi & informasi lanjutan): 08123 2011 55