Kasihpalestina.com – Bidan adalah profesi yang begitu penting, sama seperti profesi dokter kandungan. Hari Bidan Internasional diperingati setiap tanggal 5 Mei, dan tahun ini peringatan jatuh pada hari Sabtu.

Adanya kontribusi bidan dalam proses persalinan para ibu di dunia, secara tidak langsung bidan juga telah membantu keberlangsungan eksistensi umat manusia. Seperti yang kita tahu, hampir tidak mungkin melakukan proses persalinan sendiri. Hanya kasus jarang, yang memungkinkan itu terjadi.

Di Palestina, khususnya Gaza, seorang bidan dikenal karena telah berkontribusi lama di bidang tersebut. Wanita berusia lebih dari 110 tahun dan berprofesi sebagai bidan ini bernama Elmeya Hamouda. Di usia senja itu, dirinya masih melakukan praktik. Ingatan dan kesehatannya begitu bagus.

Menikah di usia 15 tahun lalu ditinggalkan suami beberapa dasawarsa lalu, menjadi titik awal profesinya dimulai. Ia harus terus melanjutkan hidup meski tanpa sang suami. Oleh karena itu, demi melanjutkan kehidupan “terhormat”, Elmeya mempelajari ilmu keperawatan dan kebidanan  dari seorang perempuan lebih tua yang berpengalaman.

Ketika itu, kondisi di lingkungan tempat tinggalnya membaik setelah menjadi tempat kerusahan. Ini membuat Elmeya mendapatkan kesempatan untuk membantu puluhan perempuan melakukan persalinan pada masa perang. Setelah itu, ia menjadi terkenal di lingkungannya.

Praktik kebidanan ia buka pertama kai pada masa kekhalifahan Utsmaniyah (Turki Ottoman) di Jalur Gaza. Setelah kekhilafahan, Elmeya dapat melanjutkan pratiknya di  bawah kekuasaaan Mesir pada tahun 1950-an.

“Saya tak pernah dibayar untuk pekerjaan ini. Pekerjaan ini memberi saya kegembiraan dan kebahagiaan,” ucapnya. Meski begitu, orang-orang biasa memberi Elmeyab hadiah atas bantuannya.

Ketika bertambah usia, ia mulai kesulitan dalam menjalankan pekerjaannya. Maka dari itu, Elmeya meminta putri-putrinya untuk belajar dan melanjutkan profesinya. Hanya satu anaknya yang kemudian meneruskan profesi tersebut.

Sejak lama, profesi bidan telah menghilang di sebagian besar wilayah Jalur Gaza. Akan tetapi, di sebagian daerah pedesaan di sana, Elmeya dan yang lainnya masih dapat memperoleh pekerjaan.

Berada di usia senja, ia juga telap mempersiapkan diri untuk menghadapi ajal meski rasa takut tak dapat dipungkiri. Ia telah membeli peti mati untuk dirinya sendiri.

Dedikasi yang luar biasa telah dilakukan oleh Elmeya Hamouda. Ia menjadi salah satu inspirator bagi wanita-wanita di dunia, termasuk kita di Indonesia, bagaimana pengabdian itu benar-benar menjelma di kehidupan nyata. (kimikim/kasihpalestina)

Sumber. Republika.co.id

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi & informasi lanjutan): 08123 2011 55