Apa Itu Haikal Sulaiman, Bangunan yang Digadang-gadang Akan Gantikan Al-Aqsha?Artikel

Apa Itu Haikal Sulaiman, Bangunan yang Digadang-gadang Akan Gantikan Al-Aqsha?

Kasihpalestina.com – Belum lama ini sebuah kabar muncul terkait pemberian foto Al-Quds dari pihak Israel untuk Amerika Serikat (AS). Hal yang mengejutkan adalah digantinya potret Al-Aqsha dengan Kuil Ketiga. Kuil Ketiga atau Haikal Sulaiman memanglah sebuah cita-cita dari Zionis Israel untuk dibangun di atas tanah Al-Aqsha.

Sebenarnya, apa itu Kuil Ketiga atau Haikal Sulaiman? Zionis Israel meyakini bahwa dahulu kala Haikal Sulaiman dibangun di atas tanah kompleks Masjid Al-Aqsha. Maka hari ini, tidak aneh jika Zionis berusaha keras untuk merebut Al-Aqsha dari Palestina, agar Al-Aqsha dapat dirubuhkan dan diganti dengan Haikal Sulaiman.

Tapi dalam sebuah Ensiklopedia Palestina Bergambar yang ditulis oleh Dr. Thariq As-Suwaidan, dijelaskan fakta-fakta mengenai Haikal Sulaiman. Sejumlah sumber memang menyebutkan bahwa Sulaiman adalah nabi yang membangun rumah ibadah, yang keberadaannya diklaim oleh Zionis hingga saat ini.

Berdasarkan keterangan yang benar dari sumber-sumber Islam yang menjadi acuan; Nabi Sulaiman sebenarnya melakukan renovasi terhadap bangunan kuno Masjid Al-Aqsha, tetapi itu bukan rumah ibadah. Kata ‘Haikal’ hanya bersumber dari kitab-kitab Bani Israel yang sudah diselewengkan dan itu tidak bertumpu pada dalil atau sandaran apapun.

Terkait persoalan Haikal, berikut beberapa poin yang perlu dijelaskan seperti yang tertera dalam kitab-kitab suci Yahudi:

  • Rumah ibadah palsu dibangun oleh para prajurit dan pekerja bangunan yang dikenal dengan istilah Masoni (pekerja bangunan). Inilah awal mula kata Masoni yang berasal dari kata ‘para pembangun rumah ibadah’ (Haikal). Mason (Freemasonry) adalah gerakan Yahudi berbahaya yang menyimpang. Tujuan dari gerakan itu adalah membentangkan kekuasaan Yahudi dan pengikut-pengikutnya di seluruh dunia. Mereka memiliki upacara keagamaan dan syiar yang aneh juga menyimpang. Gerakan itu juga memusuhi Islam dan agama apapun selain Yahudi.
  • Sejumlah riwayat menyebutkan bahwa rumah ibadah ini dibangun di tanah Al-Quds di samping Masjid Al-Aqsha. Akan tetapi, tak ada catatan sejarah ataupun bukti jelas yang menunjukkan tempat keberadaan bangunan tersebut secara persis. Ciri-ciri detil dari bangunan itu, baik bagian dalam maupun luar, hanya tertera dalam kitab-kitab Yahudi saja.
  • Ciri-ciri yang tertera dalam kitab-kitab Yahudi lebih mendekati fiksi bukannya fakta dan terlalu dibesar-besarkan. Menurut keterangan yang tertera di dalam kitab, bangunan itu berupa rumah besar dan lengkap terbuat dari emas. Para pengikutnya mengklaim bahwa kitab-kitab suci mereka menyebutkan ciri-ciri bangunan secara detil.
  • Tabut (berbentuk seperti peti, tempat menyimpan lauh-lauh yang ditulis Allah untuk Musa) diletakkan di dalam benda paling suci (mihrab) di dalam rumah ibadah, pada saat penyelenggaraan pesta besar-besaran. Untuk tujuan itu, banyak sekali sapi dan kambing yang disembelih.
  • Para ahli sejarah meragukan kebenaran riwayat terkait rumah ibadah (Haikal), karena kitab-kitab suci Yahudi baru ditulis 700 tahun setelah era Musa. Penulisan kitab-kitab itu juga mengalami banyak penyelewengan dan perubahan, berdasarkan pengakuan para tokoh Yahudi sendiri.
  • Zionis saat ini sedang mencari keberadaan rumah ibadah tersebut. Di dalam kitab-kitab suci mereka disebutkan, juga tertera dalam beberapa riwayat dan berita dalam kitab-kitab para ahli sejarah, bahwa rumah ibadah sudah dihancurkan dan dibakar secara keseluruhan, hingga tidak lagi menyisakan dua bongkah batu pun yang bertumpuk.
  • Dalam kitab-kita para ahli sejarah disebutkan, tiang-tiang rumah ibadah itu terbuat dari perak dan bebatuan, bukan dari emas seperti yang selama ini diklaim.

Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai Haikal Sulaiman. Semoga dapat menambah pengetahun Sahabat Kasih Palestina dan memberikan manfaat. Informasi lebih lanjut dapat dicari dari sumbernya secara langsung, atau redaksi-redaksi lain. (kimikim/kasihpalestina)

 

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi & informasi lanjutan): 08123 2011 55