Ayo, Muliakan Al-Aqsha di Bulan Ramadan Ini!Artikel

Seputar Isra Mikraj: Bagaimana Muslim Menyikapi Peristiwa Bersejarah tersebut?

Kasihpalestina.com – Mendekati peringatan Isra Mikraj Rasulullah SAW pada Sabtu, 14 April 2018 mendatang, kita akan bahas beberapa hal yang berkaitan dengan peristiwa bersejarah di Islam tersebut.

Sudah banyak yang mengetahui peristiwa Isra Mikraj, dari kronologi dan hikmah yang dibawa oleh peristiwa itu. Akan tetapi, tahukah kita bagaimana cara menyikapi peristiwa Isra dan Mikraj dengan tepat? Inilah ulasan singkatnya yang dilansir dari laman Muslim.or.id.

Bagaimana sikap muslim terkait peristiwa Isra Mikraj? Ada tiga hal yang perlu dilakukan. Pertama, menerima berita tersebut. Kedua, mengimani kebenaran dari peristiwa tersebut. Dan yang terakhir, tidak menolak atau merubah berita tersebut sesuai dengan kenyataannya. Sikap-sikap inilah yang tepat, karena bagaimanapun peristiwa yang terjadi bersifat ghaib. Intinya mengimani.

Seperti yang dilakukan oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhum terkait berita Isra Mikraj. Salah satunya adalah kisah Abu Bakar AS Shiddiq r.a. Dikisahkan dalam sebuah riwayat setelah peristiwa Isra Mikraj. Orang-orang musyrikin mendatangi Abu Bakar dan mengatakan, “Lihatlah apa yang telah diucapkan temanmu (yakni Muhammad SAW)!” Abu Bakar bertanya, “Apa yang beliau ucapkan?”. Orang-orang musyrik menjawab, “Dia menyangka bahwasanya dia telah pergi ke Baitul Maqdis dan kemudian dinaikkan ke langit, dan peristiwa tersebut hanya berlangsung satu malam.” Abu Bakar berkata, “Jika memang beliau yang mengucapkan, maka sungguh berita tersebut benar sesuai dengan yang beliau ucapkan. Karena sesungguhnya beliau adalah orang yang jujur.” Orang-orang musyrik kembali bertanya: “Mengapa demikian?”. Abu Bakar menjawab: “Aku membenarkan seandainya berita tersebut lebih dari yang kalian kabarkan. Aku membenarkan berita langit yang turun kepada beliau, bagaimana mungkin aku tidak membenarkan beliau tentang perjalanan ke Baitul Maqdis ini?” (Hadits diriwayakan oleh Imam Hakim dalam Al Mustadrak 4407 dari ‘Aisyah r.a).

Begitulah sikap yang tepat bagi muslim terhadap setiap kabar, yang shahih dari Allah SWT dan Rasulullah SAW. Lalu, bagaimana dengan hukum mengadakan perayaan Isra Mikraj? Menurut Muslim.or.id, perayaan tidak diperbolehkan bahkan merupakan perkara bid’ah. Alasannya adalah waktu Isra Mikraj tidak diketahui pasti. Banyak perbedaan pendapat di kalangan para ulama bahka para sahabat, dalam menentukan waktu terjadinya Isra dan Mikraj. Ini merupakan dalil yang sangat jelas, menunjukkan bahwa mereka tidak menaruh perhatian besar pada waktu peristiwa. Apabila waktu peristiwa tidak disepakati, bagaimana mungkin dapat dilakukan perayaannya? Selain itu, dari sisi syariat perayaan juga tidak memiliki landasan. Andai kata perayaan itu merupakan bagian dari syariat Allah, tentu akan dikerjakan oleh Rasulullah dan para sahabat, atau minimal akan Rasullah sampaikan pada umatnya. Jika Rasul dan para sahabat mengerjakan atau menyampaikannya, ajaran tersebut akan sampai juga pada kita.

Jadi, apabila tidak ada satupun dalil mengenai hal tersebut, perayaan Isra Mikraj bukanlah bagian dari ajaran Islam. Jika tidak ada di Islam, maka tidak boleh bagi kita untuk beribadah dan bertaqarrub kepada Allah SWT dengan perbuatan tersebut, bahkan merayakannya masuk ke dalam perbuatan bid’ah yang tercela. Wallahualam. Selengkapnya, kalian bisa membaca di laman asli di Muslim.or.id. Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan mengingatkan kembali kita akan pentingnya peristiwa Isra Mikraj bagi muslim. (kimikim/kasihpalestina)

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi & informasi lanjutan): 08123 2011 55