Penjajah Israel Terus Berburu Korban dalam Aksi Damai Kepulangan AkbarBerita

Penjajah Israel Terus Berburu Korban dalam Aksi Damai Kepulangan Akbar

Kasihpalestina.com – Seolah tidak jengah, Zionis Israel terus menembakkan peluru-peluru dan menyemprotkan gas air mata terhadap ribuan warga yang tengah menjalani aksi damai. Kekejaman para penjajah terus saja menghilangkan banyak nyawa dan menghentikan mimpi banyak orang.

Dilansir dari Anadolu Agency, jurnalis kembali menjadi korban jiwa dalam aksi tersebut. Setelah Yasser Murtaja, kini giliran Ahmed Abu Hussein yang Rabu kemarin (25/5) meninggal dunia di Rumah Sakit Tel HaShomel, Tel Aviv. Abu Hussein adalah jurnalis yang bekerja untuk Bisann, sebuah kantor berita lokal Palestina.

Abu Hussein ditembak pada tanggal 13 April 2018, ketika sedang meliput aksi damai ‘the Great Return March’. Ia terluka parah hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Sebelum berada di rumah sakit Israel, ia dibawa ke rumah sakit yang berada di Gaza dan Tepi Barat.

Sementara itu, dilansir dari Aljazeera.com, jasad dari Abu Hussein kemudian tiba di Rumah Sakit Al-Andalusi, hal tersebut disampaikan oleh Ashraf al-Qudra, juru bicara untuk kementerian kesehatan.

Menurut para saksi, Abu Hussein adalah fotografer dan menggunakan rompi pers ketika ditembak oleh Zionis Israel.

“Alat pelindung jelas-jelas menandakan mereka adalah pers yang semestinya diberikan penjagaan ketat, tidak menjadikan mereka sebagai target,” ucap Sherif Mansour, Koordinator program Timur Tengah dan Afrika Utara untuk Komite Perlindungan Jurnalis.

Belum lama ini, Israel juga merenggut mimpi seorang remaja Palestina. Attallah Fayoumi (17) harus diamputasi di bagian kaki, setelah penembak jitu Zionis menembak dirinya ketika aksi damai. Attalah yang bercita-cita menjadi pemain sepak bola kemudian harus menghentikan impiannya.

“Ketika aku ditembak, aku tidak tahu bahwa setelah tiga hari kakiku akan diamputasi,” ungkap Attallah, dilansir dari Middleeastmonitor.com.

Gaza harus Menunda 4000 Operasi

Akibat korban yang membludak dan terus berdatangan, kementerian kesehatan di Gaza harus menunda 4000 operasi bedah akibat pertambahan jumlah warga yang terluka di aksi damai. Dalam sebuah pernyataan, Direktur Jenderal Rumah Sakit Gaza Abdul Latif al-Hajd mengatakan bahwa banyak warga yang terluka di ‘the Great Return March’, yang membutuhkan operasi bedah kompleks, dilansir dari Daysofpalestine.com.

Sejak aksi damai ‘the Great Return March’ tanggal 30 Maret, hingga saat ini korban jiwa telah mencapai angka 41. Sementara itu, sekitar 5000 orang menjadi korban luka akibat tembakan para penembak jitu (sniper) Zionis Israel. (kimikim/kasihpalestina)

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)

Call Center (konfirmasi & informasi lanjutan): 08123 2011 55