Kasihpalestina.com – Jujur, siang itu matahari terasa cukup terik. Ditambah satu dan lain hal yang membuat diri sempat kecewa, tatkala hadir di Masjid Pusdai Jawa Barat, Bandung. Bersama seorang rekan, kuteguhkan tekad untuk melaksanakan amanah. Bukan hanya karena pekerjaan, tapi sebagai amanah Allah SWT kepada hamba-Nya. Membela peserta aksi damai ‘the Great Return March’ yang dizalimi Zionis Israel.

Ini adalah kali pertama mengikuti aksi, bukan hanya sekadar sebagai peserta. Kali ini ada dua fokus, tugasku untuk memberikan ‘siaran langsung’ pada warga net di Twitter. Awalnya cukup sulit. Aku tidak bisa menikmati aksi seperti biasanya.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, aku menemukan lebih banyak hal baru yang begitu menakjubkan. Kulihat satu keluarga yang ikut hadir dalam aksi. Seorang ayah, ibu, anak perempuan, dan adiknya. Anak perempuan itu bahkan menerima uluran ‘tongkat bendera Indonesia’ dari sang ayah. Ia kibar-kibarkan dengan semangat 45. Ada yang bergetar di dalam sanubari. Sedang apa aku, ketika seusia dirinya?

 

Palestina Tidak hanya Menjadi Perhatian Muslim, Melainkan Perhatian Dunia

Kuteruskan langkah kaki agar tak tertinggal barisan. Sembari memotret di sana-sini, yel-yel kuteriakkan dengan lantang. Suara yang memang sudah terkenal begitu bombastis ini tak kuhiraukan. Tak peduli akan ada yang merasa aneh atau tidak. Bagiku, aksi menjadi salah satu mediaku berekspresi.

Selama ini, sulit untuk melantangkan takbir sepenuh hati dan ‘raga’. Kalian tahu, akhir-akhir ini jarang kutemui orang-orang yang berani bertakbir dengan begitu lepas. Ini bukannya aneh, karena memang akan sangat terasa berbeda apabila kita melakukannya tanpa ragu dan malu-malu. Coba saja, rasakan sensasinya.

Ketika sampai di pemberhentian pertama, gedung Sate, ada tamu yang tak kusangka akan hadir. Ia adalah pemimpin Jawa Barat hari ini, Ahmad Heryawan. Tak kusangka, kesibukannya tak menghalangi ia untuk turut membela Palestina.

Ada satu orasinya yang mengingatkanku kembali mengenai amanah kepalestinaan bagi manusia, “Membela Palestina bukan hanya kewajiban kaum muslimin saja. Ini kewajiban seluruh umat manusia.”

Ya, itu sangat benar. Cukup menjadi manusia untuk membela Palestina. Karena apa yang terjadi di tanah keberkahan itu, juga adalah krisis kemanusiaan, di mana penjajah Israel melanggar berbagai hak warga Palestina sebagai manusia.

Mendekati akhir aksi damai, suasana semakin ‘panas’. Hingga di akhir acara, di depan gedung Bandung Indah Plaza, seorang pembawa acara mengingatkan kami (para peserta). Aksi ini bukanlah aksi terakhir untuk melawan kezaliman Israel. Jawa Barat siap untuk aksi selanjutnya dan tak akan berhenti untuk terus berjuang membela saudara-saudara di Palestina.

Satu kenangan manis yang hingga kini membuatku tersenyum. Ketika para peserta melambaikan tangan pada petugas-petugas polisi, yang telah mendampingi kami selama aksi. Aku melambai pada seorang bapak polisi dan tersenyum. Hati ini bergetar ketika ia melakukan hal yang sama. Mereka melakukan hal yang sama pada kami.

Begitu indahnya persaudaraan. Aksi yang berjalan lancar dan berbagai kalangan masyarakat bersatu karena satu kata, Palestina. Sore itu, langit begitu indah. Mungkin ia ikut berbahagia, melihat pemandangan yang menakjubkan di kota kembang ini. Semoga aksi ini tidak hanya berbekas pada kami yang turun langsung ke jalan. Ini juga akan menyentuh seluruh manusia yang mengetahuinya, dan tentu untuk saudara-saudara kami yang berada di Palestina, yang sedang berjuang melindungi Palestina. (kimikim/kasihpalestina)

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi & informasi lanjutan): 08123 2011 55