Fakta-fakta mengenai Aksi Damai ‘The Great Return March’Artikel

Fakta-fakta mengenai Aksi Damai ‘The Great Return March’

Kasihpalestina.com – Mungkin masih banyak yang belum tahu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan The Great Return March? Nama lainnya adalah Palestinian Day, aksi damai yang dilakukan ribuan warga Palestina untuk menuntut hak kembali para pengungsi yang diusir pada tahun 1967 di peristiwa Land Day. Selengkapnya akan diungkap fakta-fakta mengenai The Great Return March.

  • Aksi damai ini dibuat selama 42 hari hingga peringatan peristiwa Nakba pada 15 Mei mendatang.
  • Para pengungsi dari luar Palestina dan warga sipil berkumpul di sepanjang perbatasan Jalur Gaza. Mereka mendirikan tenda-tenda dan berkemah untuk melakukan aksi damai.
  • Warga tidak memiliki niat untuk melakukan pertumpahan darah sama sekali. Kegiatan mereka tidak berbahaya, seperti para wanita yang duduk berbaris di depan tenda-tenda untuk mengisi kegiatan aksi dengan membaca buku. Ada juga warga yang menerbangkan layang-layang untuk melakukan aksi. Selain itu, para pria berkumpul di depan sebuah panggung dan bernyanyi bersama.
  • Israel menyiapkan 100 penembak jitu (sniper) untuk menyerang warga sipil yang berada di sana. Mereka berdalih bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pertahanan diri.
  • Meski Israel telah melakukan serangan membabi-buta dan merusak ketenteraman di aksi damai, warga tidak menyerah lantas menghentikan aksi. Ini semua mereka lakukan demi tanah air dan hak warga yang telah dicuri.
  • Anak-anak dan wanita tak luput dari serangan ganas Israel, bahkan terhadap para wartawan. Satu orang wartawan belum lama ini dikabarkan meninggal dunia, akibat tembakan sniper
  • Warga berusaha untuk bertahan dengan perlengkapan seadanya, namun mereka berhasil membuat alat-alat luar biasa untuk melindungi diri. Misalnya, seorang bocah yang memakai ‘masker bawang’, masker yang diselipkan dengan daun bawang. Si anak mengatakan, hal itu dilakukan untuk melindungi diri dari serangan gas air mata Israel. Selain itu, para pemuda membuat alat pelindung tubuh berbahan dasar kaleng, untuk melindungi diri dari senapan Israel. Yang lebih mengagumkan, mereka menggunakan bahan untuk melakukan pertahanan. Ribuan ban dibakar untuk mempersulit penglihatan tentara Israel dalam menembaki warga yang tak bersalah.
  • Para difabel turun juga dalam aksi damai, meski mereka kesulitan dalam bergerak. Semangat mereka begitu membara. Bahkan, seorang pria yang menggunakan kaki palsu, harus ditembak untuk kedua kalinya dan kini mengenai kaki palsunya.

Itulah beberapa fakta mengenai aksi damai The Great Return March. Tak ada bau kekerasan sama sekali dari aksi yang dilakukan warga Palestina. Serangan Israel kemudian menuai kecaman dari masyarakat internasional. Bebalnya Israel, mereka bahkan tak terusik.

Ayo bersatu, Indonesia! Seperti mereka yang sudah menyuarakan kecaman untuk kekejaman Israel, saatnya kita yang bergerak. Tunjukkan pada Zionis, bahwa kezaliman tak akan pernah menang dalam melawan kebenaran. Free Palestine! (kimikim/kasihpalestina)

Catatan: Diambil dari Berbagai Sumber

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi & informasi lanjutan): 08123 2011 55