Dua Penjaga Al-Aqsha Dilarang Masuk oleh Zionis IsraelBerita

Dua Penjaga Al-Aqsha Dilarang Masuk oleh Zionis Israel

Kasihpalestina.com – Israel kembali berulah terkait Masjidil Aqsha. Kali ini, para penjaga Muslim mendapatkan pelarangan masuk ke dalam kompleks masjid, dilansir dari Middleeastmonitor.com.

Belum lama ini, dua orang penjaga dilarang masuk ke dalam masjid untuk satu minggu lamanya. Ketika itu, seorang penjaga ditangkap dan empat lainnya dipanggil untuk ditanyai. Hasilnya, dua orang penjaga (Hamza Al-Nabali dan Arafat Najeeb) tidak mendapatkan akses ke Al-Aqsha.

Para penjaga Al-Aqsha memang sering kali ditangkap, digeledah, diinterogasi dan dipaksa keluar dari masjid. Mereka bahkan diganggu ketika sedang bekerja, dihalangi untuk bekerja ketika para pemukim ilegal menyerbu masuk ke masjid dan menyakiti jamaah Muslim yang berada di sana.

Awal pekan ini, pengadilan Israel membuat aturan bahwa pengunjung-pengunjung Yahudi yang masuk ke masjid Al-Aqsha dapat menyanyikan slogan-slogan patriotik. Nyanyian itu tidak termasuk ke dalam ritual ibadah, itu dalih yang dibuat.

Itamar Ben Gvir, aktivis Yahudi sayap kanan dan pengacara, memberikan tanggapan terkait aturan tersebut, “Saya percaya bahwa waktunya telah tiba ketika pengadilan membuat aturan untuk mengizinkan orang-orang Yahudi beribadah di Mount Temple (masjid Al-Aqsha), seperti muslim yang diizinkan berbidah di sana.”

Penjajah Zionis memang tidak bosan membuat ulah dan terus berupaya melakukan yahudisasi di Al-Quds dan Masjidil Aqsha. Mereka tidak malu-malu ketika melakukan ritual ibadah di tempat ibadah umat lain. (kimikim/kasihpalestina)

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi & informasi lanjutan): 08123 2011 55