Stephen Hawking, Ilmuwan Inggris yang Dukung PalestinaArtikel

Stephen Hawking, Ilmuwan Inggris yang Dukung Palestina

Kasihpalestina.com –  Stephen Hawking, siapa yang tidak kenal ilmuwan Fisika dari Inggris tersebut? Pada hari Rabu (14/3), dirinya tutup usia di umur 76 tahun. Selain terkenal dengan karya-karyanya, Hawking juga dikenal karena dukungannya kepada Palestina.

Dilansir dari Aljazeera.com, pada bulan Mei 2013 lalu dirinya memutuskan untuk memboikot konferensi profil tinggi di Israel, di mana Hawking dijadwalkan untuk berpidato. Konferensi kepresidenan tersebut adalah sebuah acara akademik yang dilaksanakan di Yerusalem, pada masa Presiden Israel Shimon Peres.

Dalam sebuah surat yang Hawking kirim pada organisator-organisator tanggal 3 Mei, dirinya mengatakan bahwa kebijakan pemerintah saat itu cenderung menimbulkan bencana, “Saya menerima undangan untuk Konferensi Kepresidenan dengan maksud tidak hanya mengizinkan saya mengekspresikan opini untuk kemungkinan perjanjian kedamaian, tapi juga mengizinkan saya untuk memberikan kuliah di Tepi Barat.”

Lanjutnya, “Bagaimanapun, saya menerima sejumlah surel anonim dari akademisi-akademisi Palestina. Dituliskan, saya harus menghormati boikot. Mengingat hal ini, saya harus menarik diri dari konferensi tersebut. Andai kata saya hadir, saya akan mengatakan bahwa kebijakan pemerintah Israel saat ini cenderung menimbulkan bencana.”

Baca juga: Sepenggal Kisah dari Tanah yang Diblokade, Gaza

Dengan persetujuan Hawking, Komite Inggris untuk Universitas Palestina, sebuah organisasi akademisi yang berbasis di Inggris untuk mendukung boikot akademisi Israel, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada saat itu, “Ini adalah keputusan independen dari Hawking untuk menghormati boikot, berdasarkan pengetahuannya mengenai Palestina dan saran dari seorang anonim di kontak akademik pribadinya.”

Keputusan yang dibuat Hawking kemudian dirayakan secara besar-besaran oleh para aktivis dan akademisi Palestina. Seorang anggota pendiri gerakan Boycott, Divestment, Sanctions (BDS), Omar Barghouti, mengatakan, “Warga Palestina sangat berterima kasih atas dukungan Stephen Hawking untuk memboikot akademisi Israel.”

Seorang jurnalis Palestina-Amerika, Ali Abunimah, menulis: “Ketika kami melihat ke belakang pada beberapa tahun yang lalu, keputusan Hawking yang menghormati BDS mungkin dapat dilihat sebagai titik balik – ketika memboikot Israel merupakan sikap agar keadilan menjadi mainstream”.

Dukungannya untuk Palestina tidak hanya itu. Tahun lalu, tepatnya 13 Februari 2017, Hawking meminta jutaan pengikutnya di Facebook agar berkontribusi secara finansial untuk Sekolah Tinggi Fisika Palestina – sebuah seri kuliah Fisika untuk mahasiswa Master di wilayah Tepi Barat yang diduduki.

“Saya mendukung hak para ilmuwan dimanapun untuk kebebasan pergerakan, publikasi, dan kolaborasi,” tulisnya.

Stephen Hawking juga mengucapkan selamat secara terbuka atas video di halaman Facebook Hanan al-Hroub, seorang wanita Palestina yang memenangkan Global Teacher Prize di tahun 2016.

Dirinya menulis, “Kamu adalah inspirasi bagi orang-orang, dimanapun mereka berada. Dalam sebuah masyarakat yang tercabik-cabik konflik, di mana anak-anak sering kali terkena kekerasan, Hanan al-Hroub membangun kepercayaan dan mendukung anak-anak yang menderita trauma psikologis – dari jantung kelasnya.” (kimikim/kasihpalestina)

 

Rekening BSM: 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi dan informasi): 08123 2011 55

 

Ramadan Bersatu untuk Palestina - Kasih PalestinaBerita

Ramadan Menyatukan Kita