Kasihpalestina.com – Masyarakat Palestina hanya ingin menyuarakan kebenaran, meminta hak mereka agar dikembalikan. Mereka berkumpul tanpa pernah ada niat menumpahkan darah. Akan tetapi, apa yang didapat? Niat baik itu lantas dibalas dengan gas air mata dan tembakan bertubi-tubi, dari penjajah yang hatinya telah mati.

The Great Return March, seharusnya menjadi aksi damai selama 42 hari ke depan. Ribuan lebih warga berkumpul, kembali bertemu, untuk memperjuangkan hak saudaranya yang telah dicuri. Mereka hanya ingin saudara-saudara yang terusir dari kampung halaman, dapat pulang dan hidup damai di sana.

Sayang seribu sayang, kebahagiaan yang tengah dirasakan bersama saudara yang sudah lama tak pulang, harus terhenti begitu naasnya oleh mereka yang mengaku ‘ingin melindungi diri’.

Di mana kita selama ini? Secara tak langsung, kita telah membiarkan monster itu lahir, terus bertumbuh dan gemuk, karena tak berhenti memakan daging manusia lain.

Semestinya Penuh Kedamaian, Sampai Israel Hancurkan Semuanya

Sebelum sibuk menilai orang dan saling menyalahkan, ataupun mencari biang keladi atas segala yang terjadi, berkacalah kawan. Barang kali, semua yang terjadi adalah salah satu dampak dari kelalaian kita terhadap umat. Mungkin, kita terlalu berfokus pada hal besar? Hingga lupa, bahwa tumpukan hal kecil yang terabai menjadi penyebab utama munculnya masalah besar?

Sebelum terlambat, ayo merenungi diri. Satu titik kehidupan akan berkaitan dengan titik lain. Jangan mengotak-ngotakkan kawan, hidup itu harus dilihat dari segala sisi. Bukan satu sisi. Salam kedamaian.

Pada saudaraku di tanah perjuangan, maafkan diri ini yang masih tak merasa secara utuh. Mohon doamu agar cinta ini terus bertumbuh, dan membimbing kami menuju kalian yang berada di sana. Tak hanya pandai berkoar, namun ringan tangan jika jiwa dan raga ini diperlukan untuk berjuang. (kimikim/kasihpalestina)

#FreePalestine

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi & informasi lanjutan): 08123 2011 55