Berita

Pendidikan Masih Jadi Sasaran Penghancuran oleh Zionis Israel

 

Kasihpalestina.com – Secara terang-terangan Penjajah Israel mengusik dunia pendidikan Palestina. Berbagai upaya untuk melumpuhkannya telah dilakukan Israel. Mulai dari memaksa masyarakat agar menggunakan sistem buatan mereka, hingga serangan ke tempat-tempat mencari ilmu.

Israel takut akan kebangkitan Palestina. Maka dari itu, mereka bersusah payah mengganggu jalannya pendidikan warga Palestina, di mana pendidikan menjadi salah satu kunci kebangkitan. Belum lama ini juga, penjajah kembali membuat ulah dengan melakukan serangan ke sebuah sekolah dasar dan universitas.

Serangan ke Sekolah Dasar

Sekolah Dasar (SD) Anata di Yerusalem diserang pada Senin pagi (5/3), tanpa alasan yang jelas. Serangan terjadi pada pukul 11 waktu setempat, ketika Israel tiba-tiba menyemprotkan gas air mata dan melukai banyak siswa juga pengajar.

Dilansir dari English.pnn.ps, Wakil Kepala Sekolah Imad Eliyan menerangkan bahwa kebanyakan siswa (340 anak) sedang berada di taman bermain karena masuk waktu istirahat. Akibatnya, para murid dan guru menderita sesak napas. Korban dari kejadian itu bukan hanya mereka yang berada di sekolah Anata, tapi juga sekolah yang berada di sekitarnya.

Israel memang sering kali menyerang sekolah-sekolah warga Palestina. Mereka juga menangkap siswa-siswa yang masih muda dan para guru. Itu mengakibatkan kepanikan di antara siswa-siswa Palestina.

Serangan ke Universitas

Universitas Birzeit di Ramallah, Tepi Barat, baru-baru ini dihebohkan dengan penculikan Israel terhadap Umar Kiswani, ketua dari dewan mahasiswa di kampus tersebut. Sepekan sebelumnya, pasukan penjajah telah mencoba menculik Umar tetapi gagal.

Kemudian pada Rabu (7/3), pasukan khusus penjajah menyamar masuk ke dalam area kampus. Mengenedarai bus berplat Palestina, pasukan khusus Zionis masuk ke dalam kampus. Melansir dari Melayu.palinfo.com, salah satu anggota dewan mahasiswa, Yahya Alawi, memberitahu bahwa pasukan Israel menyamar menggunakan pakai sipil layaknya wartawan.

Ketika itu, Umar sedang berdiri di depan gedung dewan mahasiswa untuk memanggil seseorang yang membawa kamera, mengisyaratkan dirinya akan melakukan konferensi pers. Akan tetapi, Umar yang mulai berbicara diserang oleh empat orang penyamar bersenjata. Setelah penculikan berhasil dilakukan, tentara Israel didatangkan untuk membantu para penyamar kabur dari area kampus.

Umar Kiswani adalah mahasiswa di Fakultas Ilmu Politik dan berasal dari kota Beit Iksa di distrik Yerusalem (Al-Quds). Usai peristiwa tersebut, Kepala Serikat Pekerja di Universitas Birzeit meminta mahasiswa dan civitas kampus untuk menjadikan hari Sabtu depan sebagai Hari Kemarahan. Ini merupakan tanggapan atas penculikan yang dilakukan Zionis terhadap ketua dewan mahasiswa kampus tersebut.

Tindakan penjajah Zionis begitu brutal. Seharusnya bukti itu menjadi pelengkap alasan, mengapa Israel harus ditindak oleh hukum internasional. (kimikim/kasihpalestina)

Rekening BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina).

Konfirmasi dan informasi lanjutan, hubungi Call Center: 08123 2011 55.