Kasihpalestina.com – Telah dilakukan penyaluran donasi untuk Palestina melalui Syekh Nehad Ramaha, pada Rabu (21/3) di Cileunyi, Bandung. Donasi tersebut akan disampaikan secara langsung oleh syekh ketika dirinya kembali ke Jalur Gaza dalam beberapa waktu ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Syekh Nehad juga menceritakan bagaimana situasi terkini di Gaza. Krisis benar-benar terjadi di wilayah yang telah diblokade hampir 12 tahun tersebut. Ia juga menegaskan bahwa kesulitan yang dihadapi oleh warga Gaza tidak hanya disebabkan oleh perang.

Krisis kemanusiaan menjadi momok menakutkan setiap harinya. Wilayah ditutup dan perbatasan yang paling sering dibuka sekalipun (perbatasan Rafah, berbatasan dengan Mesir) tidak tentu kapan waktu dibukanya. Ini jelas berdampak pada aspek-aspek kehidupan di sana.

Keluar-masuknya barang kebutuhan dan barang untuk perdagangan, menjadi terhambat. Akibatnya, sektor ekonomi di sana terganggu. Banyak orang kehilangan pekerjaaan, maka secara otomatis tingkat kemiskinan semakin tinggi.

Pasokan listrik yang dibatasi dan hanya tersedia selama 6-7 jam per harinya mempengaruhi juga sektor perdagangan. Banyak toko yang harus tutup, karena tidak ada listrik. Selain itu, musim dingin yang begitu menggigit hanya semakin mencekam dengan tidak adanya listrik yang memadai.

Setelah adanya pernyataan Donald Trump dan situasi politik yang belum stabil, kondisi hari ini menjadi satu kekhawatiran bagi warga Gaza. Setiap harinya, warga berpikir bahwa kapanpun perang dapat terjadi. Yang menjadi kekhawatiran terbesar adalah nasib anak-anak apabila perang terjadi.

Kondisi di Gaza setelah pernyataan Donald Trump adalah semakin tingginya tekanan yang diberikan, yang dilakukan oleh penjajah Israel dan pemerintah. Mereka terus menggempur Gaza terhadap berbagai aspek dan dengan berbagai cara. Tujuannya adalah melumpuhkan Gaza. Mereka ingin Gaza menyerah dan menerima keputusan yang dibuat oleh Trump.

Syekh Nehad sendiri adalah seorang akademisi di Malaysia. Ia telah meninggalkan Gaza sejak tahun 2011, menjalani pendidikan lanjutan dan menjadi pengajar di sebuah universitas. Akan tetapi, visa yang sudah tidak bisa diperbaharui karena habis masa studi, mengharuskannya kembali ke Gaza.

Ia juga mengucapkan sesuatu untuk warga Indonesia, “Saya berterima kasih kepada Indonesia. Indonesia sudah seperti rumah kedua. Saya cinta orang-orang Indonesia. Saya dapat merasakan bahwa orang-orang Indonesia sangat mencintai Palestina, seperti warga Palestina yang mencintai Indonesia. Hatur nuhun…”

Donasi melalui Syekh Nehad

Dalam beberapa pekan ke depan, Syekh Nehad akan tinggal di Indonesia sebelum kepulangannya ke Jalur Gaza. Maka dari itu, bagi warga Jawa Barat yang ingin menyampaikan donasi untuk warga Gaza, dapat menghubungi lembaga Kasih Palestina, hal tersebut disampaikan oleh Direktur Kasih Palestina, Caca Andika.

“Membantu Palestina merupakan kewajiban kita semua. Di sana kita tidak hanya membantu orang-orang Palestina, tapi juga ikut membantu dan menjaga Masjid Al-Aqsha. Karena sejauh ini, penjaga masjid Al-Aqsha baru orang-orang Palestina. Jadi, menjaga Masjid Al-Aqsha adalah kewajiban kita semua, karena Al-Aqsha merupakan masjid suci ketiga umat Islam,” ungkap Caca. (kimikim/kasihpalaestina)

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi & informasi lanjutan): 08123 2011 55