kasih palestina - avi tasikBerita

Al-Murabithin dan Al-Murabitah Muda dari Tanah Indonesia

Kasihpalestina.com – Hujan kembali turun di tanah payung geulis. Dingin menjalar seolah memanggil setiap orang untuk segera pulang mengakhiri aktivitas di akhir pekan.  Namun di sudut Masjid Babussalam, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Minggu (4/3/2018), sekelompok pemuda-pemudi duduk khidmat melantunkan lembut ayat suci Alquran.

Pembacaan ayat suci Alquran menandakan pembuka kegiatan 7 Keajaiban Palestina. Kegiatan itu diselenggarakan relawan Alquds Volunter Internasional (AVI). Meski dikatakan perdana, kegiatan ini dihadiri oleh lebih 30 relawan. Bagi AVI, sebuah kebahagiaan ukhiwah tercipta, karena untuk pertama kalinya para anggota saling betatap muka. Selama ini para relawan hanya berkomunikasi lewat media sosial untuk saling bertukar informasi tentang Palestina, khususnya Al-Aqsha.

Usai pembacaan ayat suci dilanjutkan sambutan hingga akhirnya acara utama yang dinanti-nanti tiba, yaitu kabar tentang saudara Muslim di negeri Syam; Palestina, dan Suriah.

Awal pembuka ustaz Deni Syahid memberi luka di hati para pemuda. Betapa tidak, sakit mendengar saudara Muslim di Ghouta Timur yang setiap jam dibombardir oleh rezim kejam. Luka kian bertambah di tengah penyampaian materi, yaitu tetang Al-Aqsha. yang ternodai.

“Masjid suci, kiblat pertama umat Muslim sedang terancam, perlahan Zionis menumbangkan dengan segala macam cara. Bahkan mengumandangkan azan dengan pengeras suara pun tidak lagi bisa di lakukan di Al-Aqsha.” ungkap ustaz Deni.

Namun di akhir materi, sang ustaz memompa semangat para mujahid muda untuk mengangkat kepala mereka, dan kembali mengingatkan bahwa perjuangan belum usai.

Kilatan perjuangan rakyat Palestina mempertahankan kemerdekaannya menjadi penyemangat bagi anggota AVI. Terlebih lagi ketika ustaz Deni mengisahkan perjuangan para penjaga Al-Aqsha (Al-Murabithin dan Al-Murabitah). Secara bergantian tak kenal waktu merelakan harta bahkan nyawanya untuk Al-Aqsha.

Menjadi duka sekaligus cambuk semangat bahwa perjuangan AVI tidaklah mudah. Apa yang dilakukan saat ini bukanlah apa-apa dibanding para  rakyat Palestina. Masih banyak yang harus dilakukan, dipelajari, dipahami, dan diperjuangkan demi kebebasan Al-Aqsha dan kemerdekaan Palestina.

Sebagai penutup, kegiatan para relawan AVI dibekali pelatihan kerelawanan.

 

Napak tilas AVI (Al Quds Volunter Internasional)

Pada tahun 2015, AVI bermula dari pemuda-pemuda yang terketuk hatinya dengan apa yang dialami Al-Aqsha kini.  Hingga menjadi sebuah gerakan yang belum terstruktur. Pada April 2017, barulah AVI resmi menjadi lembaga yang mewadahi para pemuda serta komunitas yang serius memerikan berkontribusinya untuk Palestina.

kasih palestina - avi garut

Seperti yang disampaikan ustaz Deni Syahid, AVI telah tersebar di Nusantara sepeti di Jawa Barat, Bangka Belitung, Padang, Riau, Lampung, dan insya Allah akan menyusul di Aceh, Palembang, Lombok, dan Bengkulu, dengan diwakili oleh koordinator wilayah di setiap masing-masing kota.

Meski terbilang baru, AVI telah melakukan event-event besar dan terbilang unik, tidak sekadar aksi turun ke jalan dan menggalang dana. Kegiatan-kegiatan AVI dapat dikatakan berbeda dari yang lain. Antara lain kegiatannya seperti roadshow ulama Palestina, konser amal dan juga yang paling utama adalah edukasi kepalestinaan dan pelatihan relawan.

Apa yang para pemuda-pemudi AVI lakukan tidak lain adalah untuk mengajak masyarakat memperhatikan saudara-saudara Palestina, menjadi penggerak untuk setiap orang untuk peduli kaum Muslim dan membantu rakyat Palestina dan Al-Aqsha, serta isu-isu kemanusiaan lainnya di seluruh dunia.

Di akhir wawancara, ustaz Deni berpesan kepada seluruh relawan AVI untuk tetap semangat memperjuangkan Palestina dan Al Aqsha

“Kepada seluruh relawan AVI tetap semangat, tetap berkarya, tetap berkontribusi. Insya Allah peran sekecil apapun kita untuk Palestina Allah catat sebagai amal kebaikan, dan sebagai ibadah jihad fisabillillah”. (bee/kasihpalestina)