Anak PalestinaArtikel

Potret Anak Palestina: Tetap Bahagia dan Mengukir Prestasi di Dunia

kasihpalestina.com – Berbicara mengenai Palestina bukan hanya tentang negara yang dijajah, konflik yang tak berkesudahan, negeri yang telah diberkahi Allah. Tetapi ada juga hal-hal yang akan membuat kita tercekang, salah satunya adalah tawa dari anak-anak Palestina.

Bahagia di Tengah Derita

Mungkin anak-anak Palestina tak seperti kebanyakan anak di luar sana yang bebas bermain tanpa perlu melihat konflik, mendengar bom dan senjata yang saling bersahutan. Namun, uniknya mereka tetap bahagia di tengah penderitaan akibat hidup dalam penjajahan.

Ya, anak-anak Palestina tak menampakkan kesedihan yang seharusnya mereka perlihatkan pada dunia, tetapi justru keceriaan meski tak bisa bermain selayaknya anak-anak seusia mereka. Mereka tersenyum dengan segala macam kekurangan yang ada pada diri mereka, karena di dalam hati mereka ada impian besar yang akan mereka wujudkan.

Berprestasi dalam Keterbatasan

Anak-anak Palestina tak dapat belajar seperti anak lainnya, yang bisa memaksimalkan potensinya dengan mengikuti berbagai kursus dan les seusai sekolah. Akan tetapi mereka mampu berprestasi dalam keterbatasan sarana dan prasarana untuk mereka belajar.

Terkadang mereka harus belajar di tengah kegelapan karena tidak adanya aliran listrik, bahkan harus belajar tanpa ada ruang kelas. Namun, semua itu mereka jadikan penyemangat untuk membuktikan bahwa mereka mampu menjadi yang terbaik, meskipun tak mendapatkan fasilitas luar penunjang kesuksesan.

Seperti Yusuf Al-Bahtini yang mampu dilirik oleh lembaga rekor dunia, karena bakat unit yang dimilikinya. Ia mengembangkan bakatnya hanya dengan bantuan saudara laki-lakinya, tak menggunakan pelatih profesional. Ada juga Bilal Shahin yang berhasil menciptakan games terkenal, yang diunduh oleh masyarakat dunia. Ia diberi motivasi oleh keluarga dan guru-guru di sekolahnya, meski ia mengatakan kesulitan terbesarnya adalah kekurangan pasokan listrik.

Mereka berdua hanyalah segelintir anak berprestasi dari Palestina, yang hidup dalam kesulitan dan kekurangan. Namun, satu yang tak hilang dalam mereka adalah keyakinan akan sebuah kesuksesan, mereka pun percaya bahwa dapat mengukir kebahagiaan untuk keluarga dan kebanggaan bagi tanah air tercinta Palestina. (VelaBuruuji/kasihpalestina).