kasih paelstina - wanita palestinaArtikel

Bahkan saat tidur pun Wanita Palestina Memakai Jilbab

Kasihpalestina.com – Masih ingatkah Hadil Hashlamon? wanita Palestina yang syahid ditembak tentara Israel karena alasan menolak melepas cadarnya dan membuka isi tasnya. Saat itu ia berusia 18 tahun, saat dimana wanita Indonesia masih ragu, ‘pakai jilbab atau nggak ya?’

Dilansir dari Al-Jazeera, Hadil Hashlamon yang kala itu hanya mau membuka kerudungnya di hadapan tentara wanita penjajah justru ditembak tentara Yahudi di perbatasan militer Jalan Syuhada, Barat Kota Kholil, dengan beberapa butir peluru tajam pada Selasa (22/09/2015) sore.

Al-Jazeera memperlihatkan jasad Hadil Hashlamon tergeletak kaku di atas tanah, kemudian Zionis menyeret dengan cara menarik kakinya hingga kerudung (jilbabnya) terlepas karena bergesekan dengan tanah.

“Tidak cukup satu peluru saja bagi Zioinis untuk memaksa Hadil Hashlamon membuka cadar dan memperlihatkan isi tasnya. Bahkan serentet tembakan peluru tajam dilepaskan menyerang nya,” terang keterangan Al-Jazeera.

Hadil Hashlamon adalah cermin muslimah sejati yang menjadikan jilbab sebuah kewajiban, bukan sekedar ‘ingin’ atau trend. Ia satu diantara jutaan wanita Palestina yang memahami betul apa arti dari kewajiban menutup aurat secara kafah.

Wanita Palestina, bahkan ketika tidur mereka tetap memakai jilbabnya, ketika ditanya,

“Kenapa pakai jilbab saat tidur?”

“Kalau rumah saya di bom, mereka akan menemukan mayat saya masih menutup aurat.”

Antara Jilbab, keinginan dan kewajiban

Setiap orang tentu memiliki cara berpikir dan menyikapi berbagai hal dengan cara yang berbeda. Dalam hal ini adalah berjilbab. Tidak sedikit, khususnya di Indonesia bahwa jilbab bukanlah perintah yang wajib, bahkan seorang publik figure mengatakan ‘jibapi hatinya dulu, baru fisiknya.’

Adapula yang sudah berjilbab, lantas tak lama kembali memutuskan untuk membuka lagi jilbabnya. Tentu setiap orang punya hak pribadinya, namun yang perlu diketahui sebagai seorang muslimah sejati, bahwa jilbab merupakan perintah Allah swt yang harus dilaksanakan.

Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allâh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [al-Ahzâb/33:59]

Kebanyakan dari kita hanya memandang dari sudut pandang manusia, dan keinginan pribadi, tanpa disadari keinginan itu lahir dari hawa nafsu manusia.

Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas. [Al-An’âm/6: 119]

Hal ini akan berbeda apabila landasan dari berjilabab adalah ayat, al-Ahzâb/33:59 yang sebelumnya dituliskan. Bisa jadi, wanita Indonesia lebih kuat imannya dalam menjaga aurat dibanding wanita Palestina.

Semoga bermanfaat. Silakan bagikan.