Artikel

Inilah Rekontruksi Bangunan di Jalur Gaza, Setelah Agresi Israel Tahun 2014

 

Kasihpalestina – Pasukan penjajah Zionis Israel pada 8 Juli 2014 lalu memulai aksi serangan militernya ke Jalur Gaza, yang berlangsung 51 hari lamanya. Serangan brutal ini merenggut nyawa lebih dari 1700 warga Palestina yang menjadi syuhada, dan ribuan lainnya terluka. Tidak hanya itu, serangan ini pun mengakibatkan 13.217 rumah dan 62 masjid hancur total, 109 masjid dan gereja hancur sebagian, serta pemakaman Islam dan satu pemakaman Kristen hancur.

Rekonstruksi Bangunan di Gaza
Rekonstruksi Bangunan Di Gaza

Dilansir dari melayu.palinfo.com, Menurut Mufid Hasaniyah, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan dalam keterangan persnya menyatakan, setelah 3 tahun berlalu agresi militer Zionis Israel di jalur Gaza, rekontruksi rumah-rumah telah mencapai 75% akan selesai dalam waktu bulan 6 mendatang apabila tersedia dana senilai 150 juta US Dolar.

 

Ia menyebutkan bahwa 1.200 penerima manfaat akan mendapatkan dana bantuan dari Dana Pembangunan Saudi (Saudi Fund for Development) senilai 40 juta US Dolar dan akan mulai pengerjaan rekontruksinya pada beberapa hari mendatang. Ada juga bantuan dari Italia sebesar 16,5 juta Euro untuk merekonstruksi bangunan di daerah Abraj Nada yakni sebanyak 72 unit rumah di 17 bangunan di kampung an-Nada.

 

Selain bantuan dari Saudi dan Italia, Kuwait juga memberikan bantuan dana sebesar 35 juta US Dolar untuk proyek pemberdayaan dan pengembangan infrastruktur di seluruh provinsi-provinsi di Jalur Gaza di antaranya rekontruksi 2.250 unit rumah di awal dan 382 unit rumah di tahap akhir. Dana bantuan Kuwait tersebut mencakup pula mereka yang terkena dampak dari sektor industri dan perdagangan sebesar 2,3 juta US Dolar, dan dibayarkan untuk ganti rugi di sektor pertanian senilai 500 ribu US Dolar.

 

Rekontruksi akibat agresi militer Israel ke Jalur Gaza telah mencapai 75%, akan tetapi warga di wilayah tersebut masih membutuhkan bantuan untuk membangun kembali rumah dan bangunan lainnya hingga seperti sedia kala. Selain itu, warga di Jalur Gaza pun masih mengalami banyak kesulitan lainnya yang disebabkan oleh blokade Gaza yang diterapkan Israel seperti kekurangan pasokan listrik dan air bersih. (VelaBuruuji/kasihpalestina).