Artikel

Tips Menjaga Keharmonisan dalam Keluarga Ala Palestina

Kasihpalestina – Keluaraga adalah bagian terpenting dari seluruh manusia yang ada di muka bumi ini. membentuk keuarga yang harmonis, baik, shaleh pun tak gampang karena di dalamnya terdapat sifat-sifat manusia yang memiliki keegoan tersendiri yang sangat besar. Disinilah peran pemimpin keluarga yaitu ayah dan juga ibu harus berkerjasama mendidik anak-anaknya agar bisa menghasilkan dan menghadirkan keluarga yang baik. Kita bisa ambil sebuah contoh tentang keluarga yang ada di Palestina, walaupun mereka sedang ditempa peperangan yang terus menerus para pemimpin keluarganya bisa menjadikan keluarga tersebut yang harmonis.

Mereka senantiasa menghadirkan ruh qur’an di dalam keluarganya. Lalu, seperti apakah bentuk atau cara mengahdirkan ruh qur’an dalam keluarga tersebut? Ini dia jawabannya!
Meneladani Orang Shaleh
Di seluruh dunia terutama di Palestina banyak sekali sosok orang shaleh yang patut untuk diteladani. Contoh sosok orang shaleh tersebut seperti :
Syekh Ahmad Yassin
Walaupun terlihat lemah karean kondisi fisiknya sejatinya beliau adalah orang yang kuat. Pemikirannya dan juga setiap gerak-geriknya ditakuti oleh para musuh-musuhnya. Selama beliau hidup tak pernah meninggalkan kebiasaannya untuk shalat berjamaah di mesjid. Karena hal itu pula beliau pun meninggal dalam keadaan syahid ketika telah menyelesaikan shalat subuh.
Dari Syekh tersebut bisa diambil sebuah ibrah apapun kondisinya yang dimiliki kita bukan untuk melemahkan tapi bisa juga untuk menguatkan. Dan yang membuat kuat adalah karena dekat dengan Allah.
Dr. Abdul Aziz Ali Abdul Hafidz
Beliau adalah seorang tokoh dari Palestina yang telah merancang kematiannya. Beliau ingin sekali Syahid dengan menggunakan Apache. Keinginan tersebut Allah kabulkan. Ketika beliau Syahid statusnya telah menyandang status Hafidz. Dan karena itulah walaupun meninggal dengan serangan roket tubuhnya utuh.
Dari kisah tersebut ibrah yang bisa diambil adalah bila kita seorang hafidz atau hafidzoh dan kemudian meninggal maka akan memberikan syafaat untuk 70 keluarga. Bila ingin seperti itu perang orang tua bisa sedari awal mengahdirkan dan menghidupkan Al-Qur’an secara kontinu dan istiqomah.
Syaikh Asy-Syahid Said Shiyam
Beliau dikenal sebagai sosok pemimpin keluarga yang bisa melibatkan istri dan juga anak-anaknya dalam setiap dakwahnya. Karena kebiasaan itulah beliau pun menghadapi kematian syahid bersama anaknya.
Dari hal tersebut bisa diambil sebuah ibrah, jangan sampai dakwah membuat kita melupakan anak ataupun “menelantarkan” mereka.

Dari cara meneladani orang – orang shaleh tersebut maka bisa dijadikan pelajaran dan diterapkan dalam keluarga. Dengan menerima segala kekurangan kondisi keluarga serta menjadikannya sebagai kekuatan bersama, istiqomah membaca, mentadaburi, dan menghafal Al-Qur’an, serta menyempatkan dan melibatkan anggota keluarga dalam aktifitas positif. Dengan cara tersebut ruh Quran di dalam keluarga bisa hadir dan menjadikan keluarga yang sakinah, mawwadah, dan warrahmah. (Izzah Safiera)

Ramadan Bersatu untuk Palestina - Kasih PalestinaBerita

Ramadan Menyatukan Kita