Artikel

Najmuddin Ayyub Sosok Ayah dari Sang Ksatria Islam Shalahuddin Al-Ayyubi

Kasihpalestina.com – Siapa yang tak mengenal ksatria Islam yang mampu membebaskan kota Al-Quds yang didalamnya terdapat Masjid Al-Aqsha, masjid bersejarah bagi umat Islam di seluruh dunia, dialah Shalahudin Al-Ayyubi.

Di balik sepak terjangnya yang luar biasa dalam menggempur para musuh Allah, musuh agama Islam hingga ia meraih kemenangan yang gemilang. Ada andil besar dari orangtua yang menjadi wasilah sang ksatria lahir ke dunia, dan menjadikan ia pahlawan besar Islam yang dikenang sepanjang masa.

Mungkin tak banyak orang mengenal siapa orangtua pahlawan besar Islam tersebut, namun perlu untuk diketahui orangtua Shalahuddin Al-Ayyubi juga merupakan pejuang dalam pembebasan Al-Quds ke tangan kaum Muslimin. Najmuddin Ayyub (amir Tikrit) adalah salah satu pejuang pembebasan Al-Quds, meskipun tak segemilang putranya Najmuddin Ayyub tetaplah pejuang Al-Quds yang telah menorehkan kenangan buruk bagi kaum kafir yang saat itu kuasai Al-Quds.

Memang tak banyak kisah yang menceritakan perjuangannya dalam membebaskan Al-Quds, akan tetapi ada sebuah kisah menarik yang menjadi cikal bakal lahirnya sang pahlawan dalam sejarah peradaban Islam.

Dilansir dari mirajnews.com, Najmuddin Ayyub pernah ditawari saudaranya Asaduddin Syirkuh untuk menikah dengan putri-putri dari para pembesar di masanya, namun ia menolak dengan tegas bahwa mereka semua tidak cocok bagi dirinya. Dengan lantang ia mengatakan, “Aku menginginkan wanita shalehah yang akan menggandeng tanganku menuju jannah (surga)-Nya, dan akan melahirkan seorang anak yang ia didik dengan baik, hingga menjadi seorang pemuda yang akan menjadi ksatria dalam mengembalikan Baitul Maqdis ke pangkuan kaum Muslimin.”

Dan benarlah janji Allah bagi setiap hamba-Nya yang taat dan bersungguh-sungguh dalam menghamba kepada-Nya. Najmuddin bertemu dengan seorang wanita yang telah menolak pemuda yang tampan dan berkedudukan baik dengan alasan bahwa ia menginginkan seorang pemuda yang akan menggandeng tangannya menuju jannah (surga)-Nya, dan ia akan melahirkan seorang anak yang akan menjadi seorang ksatria yang mengembalikan Baitul Maqdis ke pangkuan kaum Muslimin.

Meski ibu dari legenda pahlawan Islam hanyalah seorang wanita fakir yang bukan berasal dari kalangan bangsawan dan namanya tidak tertulis dalam tinta sejarah peradaban Islam, namun peranan ia dalam mendidik Shalahuddin Al-Ayyubi mampu mengabulkan mimpi besarnya sekaligus mimpi besar sang ayah Najmuddin Ayyub, yakni pembebasan Al-Quds (Baitul Maqdis) ke tangan umat Islam. (VelaBuruuji/kasihpalestina)