pelajar PalestinaArtikel

Selain Pelajar Palestina, 5 Hal ini tidak dialami Pelajar Lain di Dunia

Kasihpalestina.com – Ahmad Badran, pelajar SD dari Nablus Tepi Barat Palestina. Ia selalu bermimpi Indah, melihat film kartun, lalu berangkat dengan bus sekolah, disambut gurunya digerbang sekolah dengan pelukan hangat.

Namun semua itu benar-benar hanya mimpi, tidak akan pernah terjadi. Berangkat menuju sekolah di Paelstina bak berangkat ke medan pertempuran baginya. Segala keperluan sekolah yang telah disiapkan oleh Ibunya harus rela dirampas tentara Zionis Israel.

“Israel merampas dan menghabisi mimpi anakku Ahmad. Karena Israel mencegat bus yang ditumpangi oleh pelajar kecil ini.” Ungkap ibu Ahmad.

Namun sebagaimana anak-anak Palestina yang dididik menjadi kuat, Ahmad tidak menyerah. Ia bersama teman-temannya berusaha jalan kaki ke sekolah. Sayang, tembok rasis menghalangi mereka kedua kalinya.

Pemandangan Ahmad ini sudah berulang sejak lama di bumi Palestina. Israel sadar betul bahwa anak-anak Palestina yang terpelajar akan menghambat proyek besar mereka untuk menguasai Palestina sepenuhnya. Dengan berbagai cara kejam dan yang paling bodoh terus dilakukan demi menjadikan generasi-generasi Palestina bodoh.

Setidaknya ada 1,2 juta pelajar yang bulan ini memulai tahun ajaran baru Palestina. Dan penderitaan yang terus berlangsung itu merata dialami anak-anak Palestina di tanah kelahiran mereka sendiri.

Penjajahan, kemiskinan, infrastruktur yang rusak dan rapuh, tembok rasis, dan blokade Gaza, setidaknya ada lima “penindasan” yang menghalangi pelajar Palestina dan lingkungan yang harusnya terpenuhi rasa nyaman, stabil dan aman.

pelajar palestina di blokade

Tidak sewajarnya seperti sekolah-sekolah di dunia. Anak-anak Palestina harus melewati berbagai rintangan dan kesulitan yang harus mereka kalahkan. prosedur politik yang ribet terkait dengan pemotongan gaji guru tetap di Gaza, ribuan guru lainnya dipaksa pensiun dini dan runtuhnya ekonomi kibat blokade Israel selama 11 tahun di Jalur Gaza.

Pelajar Tanpa Bangku

Senyum pelajar Palestina

Dalam kasus lain, bocah pelajar Palestina Said Kamil dari Gaza juga tak kalah menderita dengan Ahmad. Said sudah tiba di sekolahnya namun tak menemukan bangku duduk. Sebab blokade yang berlangsung sejak 11 tahun telah mengubah Jalur Gaza menjadi wilayah yang tak layak bagi makhluk hidup.

Ia ke sekolah ditemani ayahnya yang selama bertahun-tahun harus menganggur dan hanya hidup dari sedekah dan paket bantuan dari lembaga sosial. Namun ayahnya tak menyerah atas situasi itu. Saya menolak sedekah berkali-kali. Namun akhirnya harus saya terima karena anak saya.

Komite Anti Blokade menyatakan, 80% warga Jalur Gaza mengandalkan hidup dari bantuan untuk menyanggga hidup mereka.[Bee]

 

Mari salurkan donasi terbaik Anda untuk anak-anak Palestina. Buat mereka tersenyum bahagiya melalui \ Bank Syariah Mandiri, No.rek 1001 2016 2 6 A/n KASIH PALESTINA. Konfirmasi Donasi: 08 123 2011 55.

Oh ya ada kabar baik ni untuk yang ingin bergabung dalam group Kasih Palestina.

Sekarang makin mudah untuk bergabung menjadi Donatur Palestina.

cara tinggal klik link di bawah ini

http://bit.ly/2vpQAlV

kemudian isi, lalu kirim. Dapatkan informasi inspirasi, ensiklopedia, dan berita tentang Palestina.

-Silaturahmi sesama member

-saling berbagi Info mengenai Palestina dan Issue kemanusiaan

-Berbagi hikmah, inspirasi, juga Saling memotivasi

-Berkontribusi dengan Cara Berdonasi rutin, Merchantdise Palestina

Atau dengan daftar melalui WA langsung :
ketik :
REG#KASIH PALESTINA#NAMA#DOMISILI#L/P#No.WA
kirim ke : 08 123 2011 55 ( WA Only)  ?

Sertakan do’a dan semoga menjadi sedekah Zariah bagi yang membagikan informasi ini.