Berita

Memperingati 48 Tahun Peristiwa Pembakaran Al-Aqsha oleh Zionis Israel

Kasihpalestina – 48 tahun lalu tepatnya pada tanggal 21 Agustus 1969, sebuah peristiwa yang mengiris hati umat Islam di berbagai penjuru dunia terjadi. Peristiwa itu adalah pembakaran Masjid Al-Aqsha salah satu masjid suci bagi kaum Muslim oleh penjajah Zionis Israel. Namun, hingga saat ini pun kebakaran masih melanda Al-Aqsha dengan berbagai cara dan teknis yang dilakukan oleh Zionis Israel.

Dilansir dari melayu.palinfo.com, Lembaga Tinggi Islam Al-Quds dalam keterangan persnya mengungkapkan, bahwa luas area Kompleks Masjid Al-Aqsha sebagaimana yang telah diketahui adalah 14,4 Hektar yang mencakup Masjid Al-Qibli (kubah hitam) yang berada di depan, Qubbah Ash-Shakhra (kubah kuning), teras, lorong-lorong, sumur, gerbang eksternal, dan semua yang mengelilingi dinding Kompleks Masjid Al-Aqsha termasuk Tembok Ratapan.

Lembaga tersebut pun menegaskan bahwa Al-Aqsha hanyalah milik umat Muslim, sesuai dengan keputusan Allah SWT sejak peristiwa Isra dan Mi’Raj hingga hari kiamat tiba. Sebagai bukti ketaatan umat Islam terhadap Allah selaku Robbnya adalah mereka tidak akan melepaskan sebutir debu dari Al-Aqsha dan ini menjadi bagian iman miliaran Muslim di seluruh dunia.
Karena Al-Aqsha tidak memiliki hubungan apa pun dengan pengakuan kaum Yahudi baik di masa lalu maupun sekarang. Lembaga ini juga mengutuk berbagai serbuan dan penistaan serta kedzaliman yang dilakukan secara terus-menerus oleh kaum Yahudi dan pasukan Zionis Israel terhadap Masjid Al-Aqsha. Namun, sekuat dan seagresif apa pun tindakan mereka tidak akan mengubah status Al-Aqsha hingga akhir zaman.

Selain itu, Lembaga tersebut mengecam pula tindakan penggalian yang dilakukan Departemen Purbakala Israel di bawah Masjid Al-Aqsha dan sekitarnya. Dan memberikan apresiasi kepada UNESCO yang telah mengeluarkan keputusan bahwa Al-Aqsha adalah Situs Suci milik umat Islam, dan tidak ada keterkaitan dengan orang-orang Yahudi di dalamnya. Maka, segala bentuk tindakan yang dilakukan oleh Israel terhadap Masjid Al-Aqsha termasuk penjajahan di Al-Quds adalah sebuah tindakan ilegal (melanggar hukum). Dan suara Adzan akan tetap berkumandang di menara Al-Aqsha serta masjid-masjid lainnya yang ada di Palestina.

Lembaga tersebut juga meminta pemerintah Arab dan Islam untuk bersama-sama mengemban tanggung jawab dalam menjaga Al-Quds dan Al-Aqsha, karena berbagai penistaan dan kedzaliman masih dilakukan oleh Pemerintah Israel dan kaum Yahudi. Mereka juga mengucapkan syukur dan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada warga Al-Quds dan sekitarnya yang telah membuktikan kuatnya keimanan mereka dengan melindungi Al-Aqsha, terutama di masa-masa genting yang terjadi antara 14 hingga 27 Juli lalu. (VelaBuruuji/kasihpalestina).