Program Edukasi

Membentuk Generasi di Era Globalisasi Seperti Orang Tua di Palestina

Kasihpalestina- Membentuk generasi di era globalisasi ini adalah tugas dan tantangan terberat para orang tua di masa kini. Para orang tua selain harus mendidik anak juga harus pintar untuk melihat situasi terkini yang menghiasi dunia. Beda zaman juga beda perlakuan tapi bisa orang tua dulu menerpakan “jurus” parentingnya di zaman ini karena memang di zaman sudah serba canggih dan modern. Teknologi ini memang seperti mata pisau yang bisa membuat keuntungan dan juga kerugian. Keuntungannya bila digunakan bisa membantu orang tua mengakses hal-hal yang bermanfaat untuk mendidik anak. kerugiannya justru dengan asyiknya berteknologi banyak orang tua yang menelantarkan anaknya ataupun keluarganya sehingga awal mula kehancuran keluarga pun bisa bermula dari teknologi ini.

Namun, orang tua tak perlu takut dan juga antipati terhadap masalah ini. karena sejatinya manusia adalah makhluk pembelajar yang memang setiap waktu harus melakukan inovasi terbaru dalam kehidupannya. Kita semua bisa melihat bersama bagaiaman para orang tua di Palestina bisa melahirkan anak-anak yang cerdas baik urusan dunia maupun akhirat. Para orang tua bisa belajar dari mereka yang secara kasat mata mereka adalah negara yang sedang dirundung peperangan yang tiada henti. Lalu seperti apa cara didikan mereka? dan bagaimana para orang tua bisa “berkiblat” terhadap pengasuhan tersebut? Ini dia jawabannya!

  1. Mentarbiyah Anak Ketika sedang Dalam Kandungan

Bukan mitos belaka jika ingin anaknya menjadi anak yang sholeh atau sholehah, sedari dalam kandungan harus diperlakukan “isitmewa”. Hal tersebut benar adanya karena sedari mereka hamil dan anak dalam kandungan mereka selalu melakukan kegiatan ini, seperti :

  • Memperbanyak Tilawah
  • Berdoa di waktu-waktu istajab agar anak yang dilahirkannya menjadi pejuang
  • Bernadzar kepada Allah, bahwa anak yang dilahirkannya kelak akan diwakafkan sebagai pejuang pembebasan Al-Aqsha.
  1. Mentarbiyah Anak Ketika Memasuki Usia Balita
  • Tilawah di depan anaknya dengan waktu yang intens dengan tujuan agar mempermudah anak untuk menjadi seorang Hafidz. Anak dalam fitrahnya memang akan berperilaku seperti usianya. Di masa-masa usia emas tersebut anak lebih banyak meniru di sekelilingnya. Jika lingkungannya baik maka anak akan melihat itu, begitupun sebaliknya jika lingkungannya buruk maka anak pun akan berperilaku demikian.
  • Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Pada Anak

Apresiasi terhadap anak dari orang terdekat yaitu orang tuanya akan berdampak sangat signifikan untuk tumbuh kembang anak di masa depan. Jika hal tersebut terus dilakukan sedikit demi sedikit akan membentuk mentalitas anak yang baik. Dan itulah yang dilakukan para ummahat Palestina ketika mengasih anak-anaknya.

  • Dilatih Sesuatu yang Membuat mereka Berani

Anak, bagi para Ummahat Palestina adalah harta yang berharga serta investasi tiada tara dengan harta lainnya. Sedari mereka dai balita sudah diajarkan sesuatu yang melatih keberaniannya, salah satu contohnya adalah berenang.

  1. Mentarbiyah Anak di Usia Remaja

Pada usia ini tingkat tarbiyah atau pendidikan yang diberikan lebih besar lagi, adapun yang mereka ajarkan adalah :

  • Mengenalkan serta melatih anak-anak shalat berjamaah serta memberitahu pahala yang akan didapatkan
  • Mengenalkan serta melatih anak-anak shalat subuh di mesjid
  • Menyekolahkan anak di pesantren tahfidz karena Al-Quran bagi mereka adalah segalanya
  • Melatih jiwa pejuangnya serta beberapa ada yang sudah melatihnya untuk bela diri
  • Menumbuhkan cita-cita menjadi seorang Syahid.

Itulah beberapa langkah yang dilakukan oleh para orang tua di Palestina. Tak heran bila sejak usia belia atau anak-anak mental mereka atau pemikiran mereka sudah mencapai usia yang siap untuk bertarung di medang perang. Dan otomatis dengan bekal tersebut mereka telah siap juga menghadapi kehidupan di era globalisasi. (Izzah Safiera)