Berita

Al Aqsha Dalam Bahaya : Israel Larang Warga Palestina Shalat Jumat Di Masjid Al-Aqsha

KasihPalestina – Pejabat tertinggi Dewan Wakaf Islam di Al-Quds, Syaikh Muhammad Hussein mengatakan pasukan Israel menutup beberapa pintu masuk menuju Masjid Al-Aqsha dan mencegah warga Palestina memasuki untuk melakukan ibadah shalat Jumat.

Dilansir dari Mi’raj islamic News Agency, Ini pertama kalinya Israel mencegah umat Islam melakukan salat Jumat di Al-Aqsha sejak Palestina di bawah pendudukan Israel 1967.

Menurutnya Hussein, meski Israel mencegah umat Islam untuk memasuki masjid namun warga Palestina tetap bersikeras untuk melakukan sholat di sana.

“Kami bersikeras untuk masuk ke Masjid Al-Aqsha dan melakukan sholat di sana. Petugas yang menghalangi kami untuk berdoa, menandakan sebuah serangan terhadap hak kami untuk beribadah di masjid yang suci,” katanya.

Insiden Sebelum Penutupan Masjid Al-Aqsha

Pasukan Israel membunuh wanita muda Palestina (18) pada Jumat pagi dalam sebuah serangan di kamp pengungsi Al-Duheisha di distrik Bethlehem, meningkatkan jumlah orang Palestina yang dibunuh oleh Israel menjadi 43 pada 2017.

Selanjutnya, penutupan Masjid Al-Aqsha itu terjadi setelah datangnya serangan dari tiga orang Palestina yang membawa dua senapan mesin ringan, pistol, dan pisau, kemudian mengenai dua petugas Israel dengan luka parah dan satu lainnya terluka ringan.

Lalu pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah orang-orang Palestina itu saat mereka menuju ke kompleks Masjid Al-Aqsha dengan melukai ketiganya, sementara petugas medis dicegah untuk mendekatinya, hingga ketiganya tewas.

Ini masalah serius, dimana zionis israel semakin dzalim terhadapa umat muslim.